Berita Banyuwangi

Bupati Anas Ajak Kepala Desa dan BPD Tingkatkan Sinergi untuk Majukan Desa

Sinergi antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi kunci  memajukan kesejahteraan desa.

Penulis: Haorrahman | Editor: Parmin
surya.co.id/haorrahman
Bupati Abdullah Azwar Anas pada acara Harmonisasi Kepala Desa dan BPD Menuju Pemerintahan Desa yang Efektif, Efisien, Aspiratif, Transparan dan Akuntabel, Rabu (18/11/2020). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sinergi antara Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi kunci  memajukan kesejahteraan desa.

Keharmonisan hubungan antarkeduanya harus senantiasa dijaga untuk bisa mewujudkan hal tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Abdullah Azwar Anas pada acara Harmonisasi Kepala Desa dan BPD Menuju Pemerintahan Desa yang Efektif, Efisien, Aspiratif, Transparan dan Akuntabel, yang berlangsung di Banyuwangi, Rabu (18/11/2020).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Desa dan Ketua BPD dari 189 desa se kabupaten.

Bupati Anas mengatakan Kepala Desa dan BPD merupakan unsur pemerintahan di desa yang tidak bisa dipisahkan.

Diibaratkan Kepala Desa sebagai pihak eksekutif dan BPD legislatifnya.

Program pembangunan yang dirancang oleh kepala desa pun membutuhkan persetujuan dari BPD agar bisa berjalan.

“Oleh karena itu demi kemajuan desa, BPD dan perangkat desa harus sejalan dan harmonis. Perbedaan pendapat dan pemikiran itu adalah hal yang biasa, namun yang harus diutamakan adalah kepentingan yang lebih besar, yakni kesejahteraan desa. Jika mindsetnya sudah demikian, maka akan lebih mudah untuk melakukan pembangunan di desa,” ujar Anas.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak para kepala desa yang didukung oleh BPD untuk terus berinovasi dalam bekerja memajukan desa.

Inovasi diperlukan untuk mengoptimalkan hasil pembangunan di tengah banyak keterbatasan.

“Tidak hanya Bupati, kepala desa juga mengahadapi masalah yang sama yakni adanya keterbatasan kita dalam berbagai hal seperti kewenangan dan anggaran. Dan solusinya adalah dengan membuat inovasi. Inovasi sangat dibutuhkan khususnya kondisi pandemi saat ini untuk mengatasi segala keterbatasan,” ujar Anas.

Dia mencontohkan, saat ini PDRB Banyuwangi telah mengalai peningkatan yang tajam jika dibandingkan dengan sembilan tahun lalu.

PDRB daerah saat ini sebesar Rp 83,61 triliun dari sebelumnya Rp 32,46 triliun.

“Ini artinya apa, perekonomian kita terus tumbuh dan dana yang beredar di masyarakat sangat besar. Ini bisa dimanfaatkan oleh kepala desa dengan menggandeng pebisnis maupun pelaku usaha lokal untuk diajak terlibat membangun desa,” ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved