Breaking News:

Sosok Alfius Kristono, Warga yang Gugat Anies Baswedan Rp 300 Juta, Ini pekerjaan dan Uraian Masalah

Inilah sosok Alfius Kristono, warga DKI Jakarta yang menggugat Gubernur Anies Baswedan ke PN Jakarta Pusat. 

Editor: Musahadah
warta kota
Alfius Kristono, warga yang gugat Anies Baswedan ke PN Jakarta Pusat. Dia menuntut ganti rugi Rp 300 juta. 

Menurut Sari, evakuasi korban banjir juga dinilai sangat lambat.

Ketika itu, Sari dan keluarganya tidak dapat keluar lantai dua rumah lantaran banjir sudah mencapai satu meter.

Pihak kelurahan pun tidak kunjung datang untuk mengevakuasi keluarganya.

Sampai akhirnya mereka baru dievakuasi menggunakan perahu karet oleh tim di luar pihak kelurahan.

Insiden banjir awal tahun 2020 menjadi kenangan terpahit Sari dan keluarga.

Sebab, mereka tidak pernah membayangkan hal itu dapat terjadi di lingkungan rumah mereka.

"Waktu zaman Ahok kami sudah tidak pernah lagi banjir."

"Apalagi sempat ada peninggian tanggul."

"Jadi kami kira tidak akan terdampak banjir lagi," tutur Sari.

Akibat banjir itu, Sari dan keluarganya mengalami sejumlah kerugian selain kerugian psikis.

Dua mobil Sari rusak lantaran tidak dapat terselematkan ketika banjir.

Selain itu, barang elektronik seperti mesin cuci dan kulkas juga harus menjadi bangkai lantaran rusak terendam banjir.

Beberapa furniture rumah juga tidak dapat terselamatkan.

"Total kerugian yang saya alami Rp 53 juta," terang Sari.

Hal inilah yang akan disampaikan Sari di persidangan ke-22 gugatan banjir Jakarta 1 Januari 2020.

Ia akan membeberkan bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang dialaminya saat banjir awal tahun lalu.

Bukti-bukti itu akan disampaikan kepada hakim ketua Panji Surono di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2020) siang.

Sari menjadi perwakilan dari Jakarta Selatan yang membeberkan bukti banjir awal tahun 2020 lalu.

Sebelumnya, sebanyak 362 warga Jakarta yang menjadi korban banjir 1 Januari 2020, menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mereka menggugat Anies Baswedan dengan tuntutan lebih dari Rp1 triliun.

Tim Advokasi korban banjir Jakarta 2020 Azas Tigor Nainggolan mengatakan, saat ini persidangan gugatan banjir Jakarta 1 Januari 2020 sudah memasuki sidang ke-22.

Agenda sidang pada Selasa (17/11/2020) merupakan pembuktian tertulis dari penggugat banjir Jakarta.

"Hari ini agendanya kami akan sampaikan dokumen-dokumen dari para penggugat berserta bukti-bukti kerugian yang dialami penggugat," ujar Azas di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Azas mengungkapkan, ada 362 warga Jakarta yang menggugat Gubernur DKI Jakarta karena menjadi korban banjir 1 Januari 2020.

Mereka terdiri dari lima wilayah di DKI Jakarta yang terdampak banjir awal tahun lalu.

"Total gugatan yang diajukan 362 warga sebesar Rp 60 miliar untuk kerugian materil, dan Rp 1 triliun untuk kerugian imateril," jelas Azas.

Azas mengungkapkan ada dua tujuan dalam gugatan banjir kali ini.

Tujuan pertama, para warga berharap mendapatkan ganti rugi akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir.

Kedua, para warga berharap ada perbaikan dari Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan banjir.

Perbaikan itu, kata Azas, dalam hal peringatan dini banjir dan bantuan darurat.

Sebab, pada banjir 1 Januari 2020, para warga tidak menerima informasi peringatan dini banjir.

Hal itu membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri dan benda berharga saat air mulai memasuki rumah.

"Padahal BMKG saat itu sudah menginformasikan curah hujan tinggi."

"Tapi tidak ada persiapan dan informasi dari Pemprov DKI," terang Azas.

Dalam gugatan ini, para warga juga berharap ada perbaikan dalam sistem bantuan darurat saat banjir.

Sebab, pengalaman banjir 1 Januari 2020 lalu, para warga harus berjuang menyelamatkan diri dan keluarga sendiri.

Bahkan, kata Azas, ada warga yang mengungsi hingga ke Halte Bus Transjakarta, lantaran tidak mendapatkan tempat pengungsian yang layak.

"Kalaupun ada bantuan sudah terlambat."

"Usai kejadian, sudah jatuh korban baru ada petugas datang," tutur Azas. 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Gugat Anies Baswedan karena Banjir 1 Januari 2020, Warga Jakarta Selatan: Zaman Ahok Tak Pernah

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved