Breaking News:

Webinar

Sandiaga Uno: Mengawali Bisnis harus Berani Keluar dari Zona Nyaman dan Berani Gagal

Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk Success Path for Gen-Z digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Senin (16/11/2020).

Penulis: Akira Tandika | Editor: Parmin
surya.co.id/akira tandika
Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk Success Path for Gen-Z digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Senin (16/11/2020). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA -  Sandiaga Uno membagikan cerita irinya yang berani mengambil langkah untuk terjun di dunia bisnis.

Menurut founder Rumah Siap Kerja tersebut, hal utama yang perlu dilakukan selain niat adalah kesiapan dan mengubah mindset.

"Yang sebelumnya masih berkutat di zona nyaman, harus berani ambil langkah keluar. Berani sukses, berani berbisnis, juga harus berani gagal," terangnya.

Sandiaga memaparkan hal tersebut dalam webinar bertajuk Success Path for Gen-Z digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Senin (16/11/2020).

Memulai usaha, menurut mantan cawapres pasangan Probowo itu, jangan hanya mengharapkan keberhasilan.

Akan ada kegagalan atau hal-hal yang tidak sesuai rencana. Namun, itulah asyiknya berbisnis. Terpenting, tidak perlu larut dalam kegagalan.

"Dulu, saya juga sama seperti pengusaha lain. Banyak mengalami kegagalan. Tapi, itu yang jadi entry point saya menjafi pengusaha di bidang konsultan keuangan," tutur Sandi.

Sandi mengaku, 20 tahun sejak krisis moneter, ia telah membangun usaha ini bersama beberapa rekanan.

Dari yang hanya memiliki tiga karyawan, sekarang bertumbuh jadi ribuan.

Dalam webinar tersebut, Sandi menjabarkan hasil survey yang menyebutkan bahwa 55 oersen generasi Z ingin memiliki usaha sendiri daripada menjadi karyawan.

Ia berpesan kepada generasi Z untu tidk mudah menyerah saat pertama kali membangun usaha. Baginya, mengalami dua atau tiga kali kegagalan adalah hal yang wajar.

"Jangan langsung menyerah. Usahakan terus sampai membuahkan hasil," ujarnya.

Saat ingin membangun bisnis, penting bagi milenial untuk bisa memahami apa yang dibutuhkan sekitar dan menjadikannya sebagai ide bisnis. 

Sandi juga menyarankan, agar milenial memulai usaha yang memiliki modal minim namun tetap menguntunhkan.

"Karena untuk merawat semangat milenial berusaha, harus dengan cara yang lebih mudah. Seperti, usaha dengan modal minim. Jika modal yang dikeluarkan tak terlalu besar, namun membuahkan hasil yang cukup, mereka akan lebih terpacu dan tergerak untuk mengembangkan lagi usahnya," jelas Sandi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved