Breaking News:

Advertorial

Sandiaga Uno Bagikan Lima Pilar Jadi Pengusaha Muda dalam Webinar Success Path for Gen-Z

Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya menggelar webinar bertajuk Success Path for Gen-Z,

Foto Istimewa
Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk Success Path for Gen-Z, yang digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya, Jumat (13/11/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya menggelar webinar bertajuk Success Path for Gen-Z, Jumat (13/11/2020).

Sandiaga Uno ditunjuk sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Dalam pembahasannya, founder Rumah Siap Kerja tersebut menyebutkan lima hal yang menjadi pilar bagi pengusaha muda.

"Pertama, pengusaha muda harus inovatif. Pengusaha muda milenial harus bisa melihat peluang sekitar, apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang sedang tren. Dari situ kemudian dibuat menjadi ide bisnis," ujarnya.

Sandi melanjutkan, apabila bisnis serupa sudah ada, usahakan supaya hanya bisnis kita yang dipandang.

Caranya dengan menambahkan inovasi dan kreativitas para pengusaha.

Kedua, berani mengambil risiko. Menurut Sandi, berada di zona nyaman bukan langkah tepat yang diambil seorang pengusaha.

Karena justru, hal yang dianggap nyaman itu bisa berubah menjadi tidak aman.

"Nggak ada namanya anak muda hanya main di zona nyaman. Sebisa mungkin, mempelajari segalanya untuk meminimalisir risiko," terang Sandi.

Sandi menambahkan, seroang pengusaha muda juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan dan keinginan pasar.

Hal ini dilakukan supaya para pengusaha tetap bisa bertahan dan melakukan inovasi.

Menurut survey yang dilakukan tim Sandi, seseorang layak ditawari pekerjaan, jika mereka memiliki beragam soft-skill.

"Apalagi bagi entrepreneur, soft-skill sangat penting dimiliki seperti, penawaran, jago promosi, bikin orang senang, conversation. Soft-skill dibutuhkan di berbagai lini," ungkapnya.

Terakhir, menurut Sandi adalah pengusaha muda harus berpegang teguh pada prinsip 4as yakni, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

"Kerja dulu, ikhtiar dulu. Jangan apa-apa diserahkan pada Tuhan. Kalau ikhtiarnya keras, insya allah hasilnya maksimal," tutupnya. (*)

Penulis: Akira Tandika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved