Biodata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang Dicopot Hari Ini: Pernah Jadi Anggota Densus 88
Berikut biodata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang baru saja dicopot dari jabatannya hari ini, prestasinya mentereng dalam pemberantasan ter
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id, - Berikut biodata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang baru saja dicopot dari jabatannya hari ini, prestasinya mentereng dalam pemberantasan terorisme, Senin (16/11/2020).
Sosok Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi Novianto tak bisa diragukan lagi sebagai Kapolda Jabar dalam waktu satu tahun terakhir.
Pria yang mempunyai julukan Rudy Gajah memiliki pangkat Jenderal bintang dua dan mempunyai rekam jejak dalam usaha pemberantasan kasus terorisme.
Bertugas sejak 26 April 2019 sebagai Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot hari ini akibat tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan.
Berikut Surya.co.id merangkum biodata dan profil Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi.
Biodata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi
Irjen Pol Rudy Sufahriadi lahir pada tanggal 23 Agustus 1965 di Cimahi, Jawa Barat.
Rudy Sufahriadi memasuki akademi kepolisian pada tahun 1988 silam.
Setelah itu, ia meneruskan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1996.
Pada tahun 2004, Rudy melanjutkan pendidikannya di Skeola Pimpinan Polri dan Lembaga Pertahanan Nasional pada tahun 2013 silam.
Jabatan
Komandan Peleton Brimob Kie 516 Kelapa Dua (1988)
Komandan Kompi Brimob Kie 5994 Kelapa Dua (1992)
Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya (1997)
Komandan Batalyon A Satuan Brimob Polda Papua (2000)
Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku (2001)
Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri (2004)
Kepala Kepolisian Resor Poso (2005)
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2007)
Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya (2007)
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (2009)
Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri (2010)
Kepala Kepolisian Resor Poso (2005)
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (2007)
Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya (2007)
Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (2009)
Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri (2010)
Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010–2016)
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (2016–2018)
Kepala Korps Brimob Polri (2018–2019).
Asisten Operasi Kapolri (2019)
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (2019–)
Sempat Bertugas di Densus 88 Anti Teror.
Dilansir dari artikel Tribun Jabar berjudul "Profil Kapolda Jabar Rudy Sufahriadi, Jenderal Sangar Asal Cimahi, Buru Teroris hingga Pimpin Brimob" Sebelum menjadi Kapolda Jabar, ia pernah bergabung dalam satuan elite pemberantas teroris, yaitu Densus 88.
Diketahui, Rudy Sufahriadi sempat bertugas di Densus 88 Antiteror.
Setelah itu, Jenderal sangar ini bahkan sempat bertugas di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT.
Kala itu, pada 2010 hingga 2016, ia menduduki jabatan sebagai direktur pembinaan BNPT.
Seperti yang yang banyak diberitakan, Rudy Sufahriadi bahkan menulis sebuah buku berjudul Perkembangan Teroris di Indonesia dan Penanggulangannya.
Di buku itu, pria kelahiran Cimahi, 23 Agustus 1965 ini menuliskan beragam pengalamannya dalam penanggulanan terorisme.
Jejaknya dalam menindak kasus terorisme makin dikenal publik saat menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.
Terhitung, Rudy Sufahriadi menduduki jabatan itu selama dua tahun, yakni dari 2016 hingga 2018.
Kala itu, ia juga terlibat dalam perburuan kelompok Santoso, yaitu Operasi Tinombala.
Operasi Tinombala ini merupakan operasi gabungan yang teridri dari sejumlah pasukan elite dari Polri dan TNI.
Hingga akhirnya, kelompok Santoso yang sembunyi di hutan belantara kawasan pegunungan di Poso itu bisa dilumpuhkan.
Tak hanya berhasil menangani kasus terorisme, Kapolda Jabar ini sempat pula berkarier di Brimob.
Sejak lulus dari Akademi Kepolisian pada 1988, Rudy Sufahriadi memang mengawali kariernya sebagai komandan peleton Brimob.
Hingga 2004, ia bertugas di Brimob Polri sampai akhirnya pada 2005, ia pun ditunjuk jadi Kapolres Poso.
Tak heran, ketika menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, Rudy Sufahriadi turut paling depan dalam perburuan kelompok Santoso.
Ia memang sudah mengenal seluk beluk Poso sejak menjadi Kapolres Poso.
Saat jadi Kapolres Poso, ia bahkan dikabarkan memang pernah jadi sasaran teroris.
Diolah Tribunjabar.id dari berbagai sumber, ia disebut sempat menjadi sasaran tembak saat selesai sholat subuh dari masjid.
Untungnya, Rudy Sufahriadi sigap sehingga bisa lolos dari hantaman peluru yang ditembakan.
Kesuksesannya di bidang terorisme pun membawa Rudy Sufahriadi menduduki jabatan strategis di Brimob.
Setelah menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, ia pun menjadi Kepala Korps Brimob Polri pada 2018.
Tahun berikutnya, ia pun diangkat menjadi asisten operasi Kapolri.
Setelah itu, Rudy Sufahriadi pun resmi menjabat menjadi Kapolda Jabar pada April 2019.
Dicopot Akibat Tak Terapkan Protokol Kesehatan
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa pencopotan ini dilakukan lantaran Irjen Rudy Sufahriadi tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kapolda-jabar-irjen-pol-rudy-sufahriady-novianto.jpg)