Pilwali Blitar 2020

Pemungutan Suara Kurang 24 Hari, Logistik untuk Pilwali Blitar 2020 Baru Datang 7 Persen

Logistik pemungutan suara untuk Pilwali Blitar 2020 baru datang sekitar 7 persen.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
samsul hadi/suryamalang.com
Pegawai menyortir kabel ties di gudang logistik KPU Kota Blitar, Jalan Cemara, Minggu (15/11/2020). 

SURYA.co.id | BLITAR - Logistik pemungutan suara untuk Pilwali Blitar 2020 baru datang sekitar 7 persen.

Padahal, pelaksanaan pemungutan suara Pilwali Blitar 2020 kurang 24 hari lagi. 

"Untuk logistik tahapan Pilwali Blitar 2020 dari total 28 item baru datang dua item atau sekitar tujuh persen. Yaitu, tinta dan kabel ties," kata Kasubag Umum Sekretariat KPU Kota Blitar, Chrisetyo Widyaksono, Minggu (15/11/2020). 

Chris mengatakan sejumlah logistik tahapan itu disediakan oleh KPU RI.

Pengalaman sebelumnya, sejumlah logistik sudah siap di gudang KPU sebulan sebelum proses pemungutan suara. 

"Ini proses pemungutan sudah kurang dari 30 hari, tapi jumlah logistik yang datang baru tujuh persen. Kami harus kejar-kejaran dengan waktu untuk penyediaan logistik," ujarnya. 

Chris berharap semua logistik sudah siap di gudang KPU minimal seminggu sebelum pelaksanaan pemungutan suara Pilwali Blitar pada 9 Desember 2020.

"Seminggu sebelum pemungutan, semua logistik harus sudah ada di gudang. Karena kami butuh proses sortir dan packing," katanya. 

Untuk logistik yang sudah datang, kata Chris, sekarang disimpan di gudang logistik KPU di Jalan Cemara, Kota Blitar. KPU Kota Blitar menerima 518 botol tinta dan 1.564 kabel ties. 

"Kebutuhan tinta dua botol per TPS. Jumlah TPS kami 259 TPS. Sedang kabel ties sebagai pengaman kotak suara, kami butuh enam kabel ties tiap kotak," ujarnya.

Menurutnya, untuk logistik surat suara diperkirakan akan datang pada Rabu pekan depan.

Informasi dari penyedia, proses pencetakan surat suara akan dilakukan Senin (16/11/2020). 

"Informasinya proses cetak untuk kebutuhan surat suara di Kota Blitar selesai dalam satu hari. Dan dikirim ke Kota Blitar paling lambat 18 November 2020," ujarnya. 

Selain logistik tahapan, dikatakannya, KPU juga menunggu alat perlindungan diri (APD) untuk petugas di TPS dari Pemkot Blitar.

Khusus APD untuk petugas di TPS difasilitasi oleh Pemkot Blitar. 

"Hanya saja, sampai sekarang kami belum menerima barangnya. Kami akan koordinasi dengan Pemkot. Kalau APD di tingkat KPU, PPK, dan PPS sudah siap di gudang," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved