Breaking News:

Pilwali Kota Pasuruan 2020

Gus Ipul-Mas Adi Blusukan dan Berdialog Bersama Pedagang Korban Kebakaran Pasar Karangketug

Datang dalam satu kendaraan, Gus Ipul-Mas Adi tiba di Pasar Karangketug langsung disambut hangat para pedagang.

SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
RAMAH - Calon Wali Kota Pasuruan, Gus Ipul saat berdialog dengan pedagang pasar Karangketug paska mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)- Adi Wibowo (Mas Adi) blusukan dan berdialog bersama pedagang korban kebakaran Pasar Karangketug, Sabtu (14/11/2020) siang.

Datang dalam satu kendaraan, Gus Ipul-Mas Adi tiba di Pasar Karangketug langsung disambut hangat para pedagang.

Para pedagang, khususnya mereka yang kiosnya ludes terbakar tampak antusias menyambut kedatangan Gus Ipul-Mas Adi.

“Kami sudah dua minggu tidak bisa maksimal jualan karena hanya dikasih tenda kecil sama pemkot untuk jualan,” kata Solihin, salah seorang pedagang.

Sejak kebakaran, sebanyak 63 pedagang yang kiosnya hancur hanya diberikan tenda sederhana berukuran 2 meter persegi.
Di tenda-tenda yang berjajar di lorong pasar inilah para pedagang korban kebakaran bertahan.

“Ada beberapa barang milik kami yang tertimbun. Tidak bisa diambil karena masih ada garis polisi,” kata dia.

Sementara itu, Gus Ipul mengaku prihatin atas kebakaran yang melanda sebagian pasar Karangketug.

“Yang penting harus ada solusinya, bagaimana para pedagang segera bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Aktivitas pasar jangan sampai berhenti, karena keberadaan pasar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasar juga penting untuk kemajuan kota.

“Jadi pasar memang harus dikelola dengan baik,” kata Gus Ipul.

Pengelolaan pasar yang baik harus dilakukan dengan cara menjadikan pasar lebih bersih dan nyaman, sehingga pengunjung lebih betah.

Pasar juga harus ramah bagi siapapun khususnya perempuan dan anak.

“Banyak pengunjung pasar kaum ibu-ibu. Mereka ini harus mendapatkan perhatian khusus. Misalnya harus disediakan ruang laktasi, juga ruang bagi mereka untuk berganti jilbab misalnya,” kata Gus Ipul.

Membangun pasar juga jangan sampai menggusur yang telah ada. Mereka yang telah ada harus ditata tanpa menggusur.

“Karenanya pembangunan pasar harus melibatkan para pedagang pasar,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved