Breaking News:

Berita Surabaya

Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Kerahkan 1.400 Anggota Satgas Banjir untuk Bersihkan Saluran Air

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono mengusulkan agar Pemkot Surabaya membuat alat dengan teknologi exhaust drilling untuk bersihkan saluran air

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sugiharto
Sejumlah anggota Satgas banjir Kota Surabaya membersihkan saluran air di kawasan Putro Agung. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengerahkan sekitar 1.400 anggota Satgas banjir untuk mengantisipasi datangnya musim hujan. Mereka saat ini sudah diterjunkan termasuk untuk mengeruk sedimentasi setiap saluran air. Mereka akan masuk gorong-gorong untuk mengeruk pendangkalan saluran.

"Kami ada 1.400 satgas Pematusan. Tidak akan kami kurangi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati, Jumat (13/11/2020).

Namun agar lebih manusiawi, tugas mereka harus ditopang alat mesin. Agar hasilnya efektif dan maksimal. Tidak mungkin menggantungkan satgas ini. Kapasitas kerja mereka juga terbatas.

DPUBMP berencana menambah jumlah alat berat untuk mempermudah pembersihan saluran. Namun bukan alat yang besar. Tetapi alat berat yang kecil agar bisa masuk ke kampung-kampung.

Menurut rencana, DPUBMP akan membeli enam alat berat berskala kecil tahun depan. Erna tidak merinci total kebutuhan anggarannya. Yang jelas, jumlah enam unit disesuaikan dengan jumlah rayon satgas pematusan.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono merespons rencana pembelian alat berat berskala kecil tersebut. Menurutnya tidak terlalu efektif, saat ini sudah mendesak karena genangan akan menjadi keluhan utama warga.

"Jangan pernah mengurangi anggota satgas karena mereka bekerja sebagai tenaga kontrak. Dengan alat kecil belum memberi solusi cepat," kata Baktiono.

Politisi senior PDIP ini menyebut, bahwa penyebab banjir di antaranya adalah pendangkalan, penumpukan sampah dan penyempitan saluran termasuk belum terkoneksinya saluran primer dan saluran kampung.

Sebab, di beberapa titik ada saluran yang belum tersambung ke saluran berikutnya. Misalnya, di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ahmad Yani.

“Di situ selalu menjadi langganan banjir setiap tahun. Ini harus menjadi perhatian serius," kata Baktiono.

Dia mengusulkan agar Pemkot Surabaya membuat alat dengan teknologi exhaust drilling. Cara kerjanya mirip pembersihan kotoran di dalam pembuluh darah. Ada serabut yang dimasukkan ke dalam saluran dan diputar, lalu ditarik. Otomatis, kotoran di dalamnya akan ikut terangkut.

Tentu, teknologi exhaust drilling tidak sesederhana itu. Dibutuhkan alat khusus yang bisa menjangkau dan mengangkut seluruh kotoran di dalam saluran air. “Intinya itu bisa dibuat dan cukup melibatkan anak-anak fakultas teknik," kata Baktiono.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved