Breaking News:

Berita Surabaya

Momentum Hari Pahlawan, Sejumlah Dosen, Alumni dan Mahasiswa ITS Kunjungi Tokoh Jatim Cak Moes

Kunjungan ke kediaman Ir Achmad Moestahid Astari (82) ini untuk memperingati Hari Pahlawan sekaligus Dies Natalis ITS ke 60.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/febrianto ramadani
Sejumlah dosen, mahasiswa, alumni, aktivis ITS dan pemuda Surabaya, menyambangi tokoh pergerakan bangsa Jawa Timur dan juga inspirator bagi keluarga besar ITS, Ir Achmad Moestahid Astari (82), Jalan Darmo Permai Timur 1, Kota Surabaya, Selasa (10/11/2020) malam. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah dosen, mahasiswa, alumni, aktivis ITS dan pemuda Surabaya, menyambangi tokoh pergerakan bangsa Jawa Timur dan juga inspirator bagi keluarga besar ITS, Ir Achmad Moestahid Astari (82) di kediamannya Jalan Darmo Permai Timur 1, Kota Surabaya, Selasa (10/11/2020).

Kunjungan ini untuk memperingati Hari Pahlawan sekaligus Dies Natalis ITS ke 60.

Ir Achmad Moestahid Astari dikenal sebagai alumni ITS, mantan aktivis dan Ketua Senat FTK ITS.

Selain itu, sejumlah jabatan seperti ketua Dewan Mahasiswa ITS, Gerakan Mahasiswa Surabaya, KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), ketua IKA ITS, mantan DPRD jatim, DPR-MPR RI, Tokoh Senior DHD’45, Soksi, Golkar, PII dan REI digeluti sejak muda hingga hari ini.

Rombongan dipimpin Dr Yeyes Mulyadi, Kasubdit Kemahasiswaan ITS serta sebagai Ketua Posko Peduli Covid-19 IKA ITS.

Selain silaturrahmi dan menyambung kesejarahan lintas generasi, juga mendapatkan arahan dan wejangan dari tokoh Jawa Timur ini.

Cak Moes, sapaan akrabnya, menerima kunjungan lintas generasi itu dengan gembira, walaupun sembari berbaring di tempat tidur, pasca jatuh beberapa waktu lalu.

"Momentum Hari Pahlawan dan Dies Natalis ITS seperti ini dijadikan titik tolak untuk introspeksi sejauh mana pengabdian dan dedikasi ITS serta pemikirannya membuat pembaruan. Ada kesempatan pemilihan wali kota, bisa memberikan masukan kepada semua kandidat, melakukan program bersama kreatif, inovatif memberikan nilai tambah," tuturnya.

Hal ini mesti digarap secara serius, tidak boleh main-main.

Sehingga siapapun yang terpilih, akan terbangun suasana yang bagus, bisa memberikan kemajuan Kota Surabaya. Posisi ITS sangat strategis.
Menurut Cak Moes, wali kota dekat dengan kampus, pimpinan-pimpinan di birokrasi banyak yang diisi alumni ITS. Komunikasi harus dijalin terus. Semua kandidat juga ada unsur alumni ITS.

"Ada Eri Cahyadi, ada Mujiaman Sukirno, semua dekat. Sejak semula, awal pertama saya ketemu dengan para calon wali kota, sudah saya beritahu, hubungan pemimpin Surabaya dengan ITS. Bahwa pemimpin Surabaya selalu bergandeng tangan dengan ITS membangun kota," imbuhnya.

Selesai mendengarkan arahan dari Cak Moes, Cak Djuwuno Hadi Susanto, Dewan Penasehat IKA ITS, sahabat dekat Cak Moes, menyempatkan diri membacakan puisi karya Cak Dasemba Sagita.

Puisi ini dikhususkan buat Cak Moes sebagai penyemangat bersama dalam momentum 10 November ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved