Breaking News:

Berita Pasuruan

Bea Cukai Pasuruan Musnahkan BMN Hasil Penindakan 2019 dan 2020 Senilai Rp 500 Juta Lebih

Sejumlah mitra KPPBC hadir, termasuk Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron yang juga ikut memusnahkan barang bukti.

surya.co.id/galih lintartika
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan tahun 2019 dan 2020, Rabu (11/11/2020). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan tahun 2019 dan 2020, Rabu (11/11/2020).

Pemusnahan ini dilaksanakan di halaman KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan.

Sejumlah mitra KPPBC hadir, termasuk Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron yang juga ikut memusnahkan barang bukti.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan Hannan Budiharto menjelaskan, pemusnahan barang bukti ini sudah mendapat persetujuan dari menteri keuangan.

Dia menjelaskan, BMN yang dimusnahkan tahun ini sebanyak 511.397 batang rokok jenis SKM, 24.552 batang rokok jenis SKT, 319 botol MMEA berbagai merk dan 98 botol produk HPTL.

"BMN yang dimusnahkan ini memiliki potensi kerugian negara mencapai Rp 288 juta. Sisanya, akan kami musnahkan setelah mendapatkan persetujuan dari menteri," kata Hannan.

Dia menjelaskan, ada pergeseran tren yang terjadi di tahun 2020, dan berimbas pada banyaknya penindakan yang dilakukan oleh KPPBC Pasuruan.

Salah satu faktornya, karena pandemi COVID-19.

"Tahun 2020, KPPBC TMP A Pasuruan melakukan penindakan sebanyak 53 kali. Ada kenaikan 10 kasus dibandingkan tahun 2019 yang lalu, hanya ada 43 penindakan," urainya.

Disampaikan Hannan, faktornya, adalah banyaknya perokok yang memilih membeli rokok ilegal dibandingkan yang legal, dan itu gara-gara pandemi COVID-19.

"Prediksi kami, banyak yang awalnya membeli rokok kelas 1, karena kondisi pandemi yang membawa efek bagi ekonomi, akhirnya membeli rokok kelas 2 atau di bawahnya," jelas dia.

Namun, tren ini, kata dia, juga membantu pihaknya untuk mengetahui para pelaku usaha rokok yang nakal. Sehingga, pihaknya bisa melakukan tindakan.

"Tahun ini ada 7 perkara, yang kami naikkan sampai persidangan, karena pelanggarannya berat," sambung Hannan.

Tahun ini, kata Hannan, dari hasi penindakan, pihaknya berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara kurang lebih Rp 11 miliar.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved