Breaking News:

Berita Pamekasan

Percepat Perkembangan Ekonomi Desa, Pertamina Tambah 8 Titik Pertashop di Pelosok

Lewat program ini, masyarakat dapat menikmati energi berkualitas dengan akses yang lebih dekat dan mudah dijangkau

istimewa
Salah satu pelayanan di outlet Pertashop milik Pertamina di sebuah desa terpencil, untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat dalam menggerakkan ekonomi desa. 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN – Untuk mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Region Jatimbalinus, kembali menambah titik lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi hingga ke pelosok desa di sejumlah daerah di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Lombok.

Program yang diinisiasi bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, menargetkan pembangunan sebanyak 40.000 outlet Pertashop pada 2024 mendatang.

Outlet itu akan menjadi lembaga penyalur resmi BBM, Liquified Petroleum Gas (LPG), pelumas, dan produk ritel Pertamina berskala kecil yang disebar di desa-desa di seluruh Indonesia.

Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi kepada SURYA, Selasa (10/11/2020) mengatakan, tambahan titik lembaga penyalur ini sebagai akselerasi pemerataan akses terhadap energi yang berkualitas bagi masyarakat.

Diharapkan, lewat program ini, masyarakat dapat menikmati energi berkualitas dengan akses yang lebih dekat dan mudah dijangkau

Dikatakan Ahad, untuk memastikan target ini dapat tercapai, Pertamina Marketing Region Jatimbalinus mencatat tambahan jumlah Pertashop sebanyak delapan titik, Oktober lalu.

Di antaranya di wilayah Jawa Timur, satu titik di Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan. Dua titik di Desa Sukorejo dan Desa Sidomukti, Kabupaten Bojonegoro. Satu titik di Desa Kampak, Kabupaten Bangkalan dan satu titik di Desa Padang, Kabupaten Mojokerto.

Sementara di wilayah Provinsi Bali, ada tambahan Pertashop yang beroperasi di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng. Kemudian satu titik di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan dua titik di Desa Menceh dan Desa Sikur, Kabupaten Lombok.

Menurut Ahad, pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaiknya serta mendukung percepatan perizinan untuk pelaksanaan program Pertashop, utamanya komitmen antar instansi yang bersinergi dari pemprov dan pemda kabupaten/kota.

“Kunci pembangunan ada di sini. Makin cepat, maka makin cepat juga terasa multiplier effect bagi perekonomian desa,” jelas Ahad.

Diungkapkan, dengan tambahan titik pelayanan Pertashop itu, secara keseluruhan Pertamina Marketing Region Jatimbalinus sudah melayani 78 titik lembaga penyalur resmi di wilayah operasionalnya.

Dalam hal ini, Pertamina diberikan amanah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa, agar makin berkembang. Karena itu kerjasama kemitraan bisnis Outlet Pertashop ini dibuka untuk pemerintahan desa, koperasi, dan pelaku usaha atau UKM untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa.

Ditambahkan, kehadiran Pertashop memberi jawaban kebutuhan energi masyarakat pedesaan. Ini terlihat dari angka rata-rata penjualan per hari pada Oktober 2020 yang tinggi. Seperti di Desa Dandang, Kabupaten Probolinggo. Setiap harinya, sebanyak 1.100 liter kebutuhan BBM masyarakat dapat dipenuhi.

Selanjutnya di Desa Sumber, Kabupaten Ngawi, sebanyak 840 liter Pertamax setiap harinya dilayani melalui Pertashop. Di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, rata-rata 805 liter per hari, kebutuhan BBM masyarakat desa yang dapat dipenuhi lewat Pertashop. ****

Penulis: Muchsin
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved