Breaking News:

Pemprov Jatim

BKD Jatim Buat Inovasi Si-Master untuk Integrasi Data ASN hingga Permudah Layanan Tunjangan Hari Tua

Pemprov Jatim terus melakukan inovasi. Terbaru, layanan Si-Master diluncurkan oleh Badan Kepegawaian Daerah Jatim.

surya.co.id/fatimatuz zahro
Kepala BKD Jatim Nur Kholis meluncurkan aplikasi Si-Master untuk meningkatkan layanan ASN, Selasa (10/11/2020). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pemprov Jatim terus melakukan inovasi. Terbaru, layanan Si-Master diluncurkan oleh Badan Kepegawaian Daerah Jatim untuk mempermudah layanan kepegawaian. 

Hari ini, Selasa (10/11/2020), layanan inovasi tersebut diluncurkan langsung oleh BKD Jawa Timur dengan harapan layanan kepegawaian semakin dipermudah melalui dukungan teknologi informasi. 

Lebih lanjut Kepala BKD Jawa Timur Nur Kholis mengatakan, dengan inovasi ini, maka ke depan pemberkasan secara tatap muka yang biasa dilakukan diharapkan tidak perlu lagi ada. Semua gelah sistemasi melalui dukungan sistem aplikasi. 

“Si-Master ini diharapkan dapat mengintegrasi data ASN mulai dari pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Melalui data base kepegawaian ASN yang terintegrasi akan memudahkan proses pelayanan kepegawaian, memudahkan analisis dan perencanaan kepegawaian,” ucapnya. 

Dikatakan Kholis, Si–Master merupakan strategi digital yang dilakukan untuk pengelolaan manajemen ASN berbasis sistem merit. Salah satunya kenaikan pangkat, kalau semua data sudah terintegrasi tidak lagi membutuhkan pemberkasan untuk pengurusannya.

Karena itu, demi bisa mengintegrasikan data base tersebut, BKD Jatim melakukan MoU antara Kanreg BKN dan BKD kabupaten/kota.

Selain itu, MoU juga dilakukan dengan Taspen untuk memudahkan layanan tunjangan hari tua ASN. 

Dengan langkah-langkah tersebut, ASN yang pensiun tidak perlu mendatangi Taspen untuk mengurus tunjangan hari tua.

Melalui aplikasi Si-Master ini, yang bersangkutan besok pensiun langsung bisa menerima tunjangan hari tua.

“Dalam membuat Si-Master, kita tidak hanya membuatkan untuk dapat mengintegrasikan dengan BKD dari daerah hingga pusat. Melainkan juga dibuat agar dapat menjembatani berbagai aplikasi di instansi lain yang membutuhkan data kepegawaian. Misalnya Taspen, BPJS dan sebagainya,” tambah Kholis.

Sehingga Pemprov Jatim nantinya akan sudah memiliki data yang bisa dimanfaatkan untuk membangun integrasi dengan kabupaten/kota dengan pusat dan instansi vertikal lain yang berkaitan dengan layanan kepegawaian. 

“Untuk menjembatani berbagai aplikasi dapat terkait dengan Si-Master, BKD Jatim menyiapkan Application Programming Interface (API). Masing-masing instansi itu punya aplikasi. Tapi kadang-kadang aplikasi itu datanya tidak bisa terintegrasi langsung,” urai Kholis.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved