Breaking News:

Berita Jember

Sertifikat Tanah Bisa Dijaminkan ke Bank, Plt Bupati Jember Minta Bukan untuk Konsumsi

Penyerahan sertifikat dilakukan serentak secara daring di seluruh Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

surya/sri wahyunik
Prosesi penyerahan sertifikat tanah di Jember secara daring, Senin (9/11/2020). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - 2.000 sertifikat tanah diberikan kepada masyarakat Jember. Secara simbolis, 50 orang penerima sertifikat tanah itu diundang ke Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Senin (9/11/2020).

Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan serentak secara daring di seluruh Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Ada 2000 sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat. Karena saat ini masih pandemi Covid-19, sehingga penyerahan dilakukan secara simbolis. Ada 50 sertifikat yang dibagikan secara simbolis kepada penerimanya," ujar Plt Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, Senin (9/11/2020).

Kiai Muqit menjelaskan, penyerahan sertifikat tanah itu merupakan program pemerintah pusat dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang ke-60 tahun 2020.

Penyerahan itu dipimpin langsung oleh Presiden RI. Dalam kesempatan itu, satu juta sertifikat tanah dibagikan ke seluruh masyarakat Indonesia. “Bukan hanya perorangan, tetapi juga tempat ibadah, semuanya sudah bersertifikat,” lanjutnya.

Selain membagikan sertifikat, Kiai Muqit juga mengingatkan agar masyarakat lebih proaktif dalam mengurus dokumen pertanahan itu. Langkah tersebut untuk menghindari terjadinya masalah di kemudian hari.

Kepada penerima sertifikat, Kiai Muqit berpesan supaya sertifikat disimpan secara baik serta difotokopi. “Kemudian diletakkan secara terpisah. Jika sertifikat aslinya hilang, masih ada fotokopinya, dan mengurus ulang lebih mudah,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang memanfaatkan sertifikatnya untuk modal atau pinjaman di perbankan, harus memperhitungkan kemampuan untuk mengembalikan pinjaman.

“Boleh saja meminjam, tetapi harus diperhitungkan. Jangan sampai pinjam ke bank dengan jaminan sertifikat, kemudian digunakan untuk kegiatan konsumtif,” pungkasnya.

Salah seorang penerima sertifikat, Ayumardeliana menyatakan telah mengurus sertifikat tanah miliknya sejak Februari. “Saya mengurus suratnya pada Februari dan baru jadi sekarang. Alhamdulillah, prosesnya cepat dengan program ini,” katanya. ****

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved