Berita Pilkada Lamongan
Tak Pernah Terima Rekam Medis TMS, Mantan Bacawabup Lamongan Pilih Karsa
Berdalih komitmennya memilih bukan untuk kepentingan pribadi, Suudin menegaskan tidak ada sentimen kepada Suhandoyo-Astiti
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Peta politik selama kampanye Pilkada Lamongan semakin menarik, meski pengalihan dukungan masih kental di antara para pendukung masing-masing pasangan calon (paslon).
Setelah sebelumnya para relawan Sholahuddin berlabuh ke pasangan Yuhronur Efendi-Abdul Rouf (YesBro), kini giliran mantan pasangan Suhandoyo, Muhammad Su'din mengalihkan dukungannya ke paslon Kartika Hidayati - Sa'im (Karsa).
Seperti diketahui, Suudin sempat digandeng Suhandoyo sebagai paslon Bupati-Wakil Bupati Lamongan dari jalur independen. Tetapi menjelang penetapan nomor urut, mendadak Suudin terpaksa mundur karena dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) usai tes kesehatan.
Setelah 'bercerai' dengan Suudin, Suhangoyo berduet dengan Astiti Suwarni pada detik terakhir. Sekarang ternyata Suudin mulai bersuara, dengan memilih bergabung ke paslon nomor urut 3, Karsa. Tidak disebutkan kapan pastinya ia bersama para relawannya memilih bergabung dengan Karsa.
"Semua paslon sudah ketemu saya. Tetapi saya sebagai warga biasa punya pilihan. Saya rasa Karsa punya visi misinya sama dengan keinginan saya," kata Su'udin, Sabtu (7/11/2020) lalu.
Yang membuat orang penasaran, tentu saja mengenai perasaannya ketika dinyatakan TMS saat masih bergandeng dengan Suhandoyo. Berdalih bahwa komitmennya untuk memilih bukan untuk kepentingan pribadi, Suudin menegaskan tidak ada sentimen kepada Suhandoyo-Astiti.
"Saya tidak merasa ada sentimen, saya menerima sepenuh hati keputusan KPU. Saya sadar bahwa yang memutus saya adalah lembaga resmi karena alasan kesehatan. Saya tidak mengajukan gugatan dan lain lain, " ungkapnya.
Suudin menyatakan tetap beraktivitas setiap hari dan mengaku sangat sehat. Sehingga awak media pun mengejarnya, apa yang membuatnya dinyatakan gugur karena TMS usai tes kesehatan waktu itu.
Mendapat pertanyaan itu, Suudin pun mempertanyakan bahwa sampai sekarang ia tidak pernah menerima rekam medis dari rumah sakit. Tak ada selembar kertas pun dari KPU yang menyatakan ia gugur sebagai bacawabup karena alasan kesehatan.
Padahal saat bersama Suhandoyo sebelum penyerahan, banyak tanda tangan di KPU. Tetapi waktu rapat penetapan di KPU, ia tidak dihadirkan. "Sampai hari ini saya tidak pernah keputusan tertulis, saya tidak menerima rekam medis dari rumah sakit. Tetapi jiwa besar saya bisa menerima," tegasnya.
"Kalau soal curiga atau tidak (atas tidak adanya surat dari KPU, red), biarkan menjadi urusan pribadi. Tidak akan saya buka. Apa artinya asumsi kalau menjadi fitnah. Dan perpindahan dukungan ini saya nilai sesuatu yang biasa," tandasnya. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mantan-bacawabup-lamongan-curhat.jpg)