Breaking News:

Berita Blitar

Jumlah Kasus DBD di Kota Blitar Turun, Januari-Oktober 2020 Hanya 77 Kasus

Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Blitar turun drastis tahun ini.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
coconut.co
ilustrasi nyamuk penyebab DBD 

SURYA.co.id | BLITAR - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Blitar turun drastis tahun ini. Sejak Januari-Oktober 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar hanya menemukan sebanyak 77 kasus DBD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan jumlah temuan kasus DBD tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan temuan kasus DBD pada 2019. Pada 2019, Dinkes menemukan sebanyak 255 kasus DBD.

"Jumlah kasus DBD tahun ini turun drastis jika dibandingkan tahun lalu. Data kami menyebutkan, Januari-Oktober 2020 hanya ada 77 kasus DBD, sedang tahun lalu jumlahnya mencapai 255 kasus," kata Dissie, Minggu (8/11/2020).

Selain jumlah kasusnya turun, kata Dissie, tahun ini juga tidak ada korban meninggal akibat DBD.

Sedang tahun lalu, Dinkes menemukan pasien meninggal akibat terkena DBD.

Dikatakannya, temuan 77 kasus DBD itu tersebar di tiga kecamatan di Kota Blitar.

Temuan kasus DBD paling banyak di Kecamatan Sukorejo ada 28 kasus, lalu Kecamatan Kepanjenkidul ada 25 kasus, dan Kecamatan Sananwetan ada 23 kasus.

"Pasien DBD didominasi usia mulai 5 tahun sampai 14 tahun," ujarnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya jumlah kasus demam berdarah.

Salah satunya, masifnya sosialisasi gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui juru pemantau jentik (Jumantik).

"Kami ada program satu rumah satu jumantik. Lewat program itu, kami mengajak masyarakat ikut memberantas sarang nyamuk di masing-masing lingkungannya," katanya.

Meski tren kasus menurun, Dissie meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran penyakit DBD.

Apalagi, memasuki musim hujan, biasanya temuan kasus DBD mengalami peningkatan.

"Jumlah temuan kasus DBD biasnya meningkat pada awal tahun. Untuk itu, kami meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga pola hidup sehat," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved