Berita Surabaya

Belum Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Masih Kumpulkan Persetujuan Orangtua

Persetujuan orangtua menjadi syarat utama untuk memulai pembelajaran tatap muka di jenjang SMA/SMK

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Ilustrasi - Simulasi praktek tatap muka jurusan kecantikan kukit dan rambut di SMKN 6 Surabaya, Kamis (10/9/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persetujuan orangtua menjadi syarat utama untuk memulai pembelajaran tatap muka di jenjang SMA/SMK. Meskipun wilayah tersebut sudah terbebas dari zona merah.

Seperti yang dilakukan SMAN 16 Surabaya yang melakukan survey sebelum pembelajaran tatap muka diberlakukan. Dari hasil itu, sebanyak 70 persen wali murid menyatakan setuju.

Sekertaris Komite SMAN 16 Surabaya, Kunjung Wahyudi mengungkapkan untuk yang 30 persen, ada yang mengijinkan namun dengan 50 persen kapasitas tiap kelas.

"Tapi kami tidak bisa seperti itu. Karena dari pemerintah menyarankan 25 persen, ya kita jalankan itu," ungkapnya.

Dikatakan Kunjung, survey ini dilakukan mengingat pembelajarab tatap muka di tengah pandemi berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan siswa.

Karenanya pihaknya tidak akan memberikan paksaan bagi wali murid yang belum berkenan dilakukan pembelajaran beberapa minggu ke depan.

Ia juga menyebut, komite bersama sekolah juga saat ini tengah menyiapkan teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Bahkan pihaknya juga akan membentuk koordinator komite setiap kelas untuk berkomunikasi.

"Bisa jadi pertengahan November kami mulai pembelajaran tatap muka ini karena komunikasi orangtua dan komite berjalan lancar. Hanya saja, untuk wkatu detailnya kami tidak bisa memutuskan. Akan ada koordinasi kembali. Setelah 25 persen tatap muka, kita akan buat evalusasi lagi," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komnas Pendidikan Jatim ini.

Kepala SMAN 16 Surabaya, Roodiantini, menambahkan secara teknis Pembelajaran Tatap Muka di sekolahnya akan diberlakukan secara shift dengan komposisi 25 persen perkelas selama dua jam di sesi pertam.

Di hari yang sama, sesi kedua komposisi yang sama dengan murid yang berbeda.

"Dengan begitu tidak akan terhadi penumpukan siswa di sekolah. Karena kita juga sudah buat, arah masuk dan keluar siswa. Sehingga pencegahan penularan Covid-19 bisa dilakukan," jabarnya.

Ia juga menuturkan dalam pembelajaran tatap muka nantinya, pihaknya akan memfokuskan materi-materi pembelajaran yang tidak cukup dengan daring, karena membutuhkan penjelasan lebih detail, seperti materi eksak, geografi, ekonomi, dan sebagainya.

Persiapan PTM juga dilakukan SMA Muhammadiyah X Surabaya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved