Breaking News:

Pilwali Kota Pasuruan 2020

Curhatan Atlet untuk Gus Ipul: 2 Tahun Tak Pernah Diperhatikan Pemkot Pasuruan

Beberapa atlet Kota Pasuruan terpaksa pindah kependudukan ke kota lain karena di Kota Pasuruan selama dua tahun terakhir tidak ada proses pembinaan

SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Calon Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat silaturahmi dengan atlet-atlet Kota Pasuruan, di halaman KUD Aneka Bakti, Sabtu (7/11/2020). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Atlet-atlet Kota Pasuruan mengeluhkan tak adanya perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan selama dua tahun terakhir.

Mereka seakan berjalan sendiri dan bahkan harus membiayai sendiri kegiatan mereka.

“Ada beberapa atlet yang terpaksa harus pindah ke kota lain untuk ikut pertandingan nasional karena di kota ini tidak ada perhatian,” ujar Dandi Santoso, koordinator Porkemi (Kempo) Kota Pasuruan.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti silaturahmi atlet-atlet Kota Pasuruan bersama Calon Wali Kota Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di halaman KUD Aneka Bakti, Sabtu (7/11/2020).

Beberapa atlet Kota Pasuruan terpaksa pindah kependudukan ke kota lain karena di Kota Pasuruan selama dua tahun terakhir tidak ada proses pembinaan atlet.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan sarana dan prasarana yang ada. Kolam renang berstandar nasional misalnya, tidak ada di Kota Pasuruan.

“Jangankan standar Olimpiade, standar nasional saja tidak ada di Kota Pasuruan,” ujarnya.

Selain itu, banyak juga para atlet yang kesulitan mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

Misalnya, untuk bersekolah yang membutuhkan legalitas kejuaraan dari wali kota ternyata juga sulit didapatkan.

Karenanya dalam kesempatan berdialog dengan Gus Ipul, para atlet se Kota Pasuruan berharap Gus Ipul bisa menjadi wali kota dan memperhatikan nasib atlet.

Gus Ipul sendiri mengaku prihatin atas nasib para atlet ini.
“Kebetulan saya pernah memimpin KONI Jawa Timur. Jadi Insya Allah saya paham dengan kebutuhan teman-teman atlet,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, kebutuhan dasar bagi para atlet harusnya bisa disiapkan pemerintah. Sarana dan prasarana misalnya harus disediakan dengan mengacu standar nasional atau bahkan standar Olimpiade.

Selain itu, kemampuan para pelatih juga akan ditingkatkan sehingga mampu mencetak atlet-atlet yang berprestasi baik di tingkat Jawa Timur, nasional maupun internasional.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved