Senin, 13 April 2026

Sosok Kamala Harris, Wapres AS Terpilih yang Dielu-elukan di India

Warga India mengelu-elukan sosok Kamala Harris capres yang mendampingi presiden AS terpilih, Joe Biden.

Editor: Suyanto
NY TIMES
KAMALA HARRIS 

SURYA.co.id, WASHINGTON - Warga India mengelu-elukan sosok Kamala Harris capres yang mendampingi presiden AS terpilih, Joe Biden.

Ini karena Kamala Harris merupakan wanita berdarah India. Meskipun ia lahir di California, Amerika Serikat, amala lahir dari seorang ibu yang berasal dari India dan ayah yang berasal dari Jamaika.

Kedua orang tuanya kemudian pindah ke AS untuk menuntut ilmu. Kamala adalah perempuan kulit hitam dan orang keturunan India pertama yang diusung oleh partai besar untuk menduduki jabatan tingkat nasional di AS.

Kamala juga menjadi perempuan ke empat dalam sejarah yang mendapat kesempatan untuk maju dalam pencalonan presiden dan wakil presiden Negara Adidaya itu. Oleh karena itu, banyak dukungan dan doa diberikan oleh masyarakat India untuk kemenangannya di Pilpres AS 2020, khususnya dari desa tempat kakek Kamala (dari ibu) tinggal, Thulasendrapuran.

Tidak hanya doa dan dukungan yang muncul di kalangan masyarakat India pasca pencalonannya menjadi orang nomor 2 di Negara Adidaya itu, tapi juga semangat dan inspirasi.

Melansir India Today (4/11/2020), sosok Kamala menjadi inspirasi tersendiri bagi warga India, khususnya kaum perempuan di desa tempat sang kakek lahir lebih dari seabad yang lalu. Salah satu yang terinspirasi dari kiprah Kamala adalah Umadevi. Perempuan berusia 34 tahun itu sebelumnya terpilih menjadi anggota dewan desa tersebut pada Desember lalu. Menurutnya, ia memiliki posisi yang sama dengan Kamala sebagai seorang politisi perempuan. "Dia (Kamala) putri desa kami,” kata Umadevi.

Sebagai anggota dewan desa dengan 200 keluarga di dalamnya, Umadevi menyebut membangun jalan aspal adalah menjadi prioritasnya. "Hal pertama dalam daftar tugas saya adalah memastikan kami memiliki jalan yang benar.

Saat ini kondisinya sangat buruk, Anda tidak bisa menyebutnya sebagai sebuah jalan," kata Umadevi. "Jalan yang baik akan membawa keberuntungan yang lebih baik," lanjutnya.

Sehari-hari, Umadevi juga berprofesi sebagai seorang penjahit, membantu sang suami yang bekerja sebagai sopir, untuk menghidupi keluarganya dengan satu orang putra berusia 5 tahun. Ia memang tidak sepintar Kamala yang memiliki gelar sarjana.

Umadevi hanya mengenyam pendidikan dasar dan putus sekolah pada usia 15 tahun atas keputusan sang ibu. Berdasarkan data sensus, hanya sekitar 60 persen anak perempuan di India yang mengenyam pendidikan. Pada beberapa wilayah tertentu persentasenya jauh lebih tinggi, yakni di atas 90 persen. Umadevi meyakini pendidikan adalah kunci bagi generasi perempuan yang ingin menjadi orang berprestasi seperti Kamala Harris.

"Sekarang, semua anak perempuan kami bersekolah meskipun harus menempuh jarak beberapa kilometer dari desa untuk mencapai sekolah menengah," sebut Umadevi. "Perguruan tinggi juga jauh, tetapi banyak yang masih melanjutkannya hingga mendapatkan gelar," tambahnya.

Seperti Umadevi, ada juga seorang perempuan desa yang menduduki jabatan yang sama. Dia adalah Hemalatha Raja. Ia memiliki hasrat dan ambisi yang menurutnya sama dengan Kamala, yakni mewujudkan keadilan sosial. "Saya ingin menyelesaikan semua masalah yang dihadapi orang-orang di lingkungan saya. Saya tidak tahu apakah saya bisa, tetapi saya ingin mencoba," kata Raja yang juga putus sekolah saat usia 13 tahun, karena orangtuanya.

"Dan semua pembicaraan tentang seseorang yang berasal dari desa kami, dia bisa melakukan hal-hal besar di Amerika, mendorong saya untuk melakukan lebih banyak hal," tambahnya. Seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah menengah yang terletak di dekat Thulasendrapuran, S. Tamilselvan mengaku menggunakan pidato yang disampaikan Kamala untuk memotivasi siswa-siswinya. Menurut Tamilselvan, kemampuan bicara Kamala sangat baik dan jelas.

"Murid-murid saya tahu tentang dia (Kamala), tetapi saya ingin setidaknya beberapa dari mereka berhasil seperti dia," sebut Tamilselvan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved