Breaking News:

Berita Kediri

Kota Kediri Targetkan Satu RW Terdapat Satu Koperasi

Kegiatan Diklat memperhatikan protokol kesehatan dengan membatasi peserta hanya 25 orang yang terbagi menjadi 3 angkatan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/didik mashudi
Peserta Diklat Penilaian Kesehatan Bagi Pengurus Koperasi RW di Kantor Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Jumat (6/11/2020). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pengurus koperasi yang ada di lingkungan RW Kota Kediri mengikuti Diklat Penilaian Kesehatan Bagi Pengurus Koperasi RW di Kantor Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Jumat (6/11/2020).

Kegiatan Diklat memperhatikan protokol kesehatan dengan membatasi peserta hanya 25 orang yang terbagi menjadi 3 angkatan.

“Sesuai program prioritas pembangunan Kota Kediri, Pak Wali menargetkan 1 RW punya 1 koperasi yang sehat. Maka kami mengadakan pelatihan ini,” kata Bagus Alit, Plt Kepala Dinas Koperasi Kota Kediri.

Bagus mengatakan, kegiatan yang menggunakan dana DAK Non Fisik dan DAU Tahun Anggaran 2020 ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada pengurus dalam penilaian kesehatan terhadap koperasi masing- masing.

Selain itu juga sebagai bahan evaluasi dan menambah persentase jumlah koperasi yang dinilai kesehatannya.

Diungkapkan, tahun depan Pemkot Kediri akan memberikan hibah yang bersumber dari dana APBD melalui Prodamas Plus kepada koperasi RW yang sehat.

Sehingga pelatihan menjadi salah satu bekal para pengurus untuk melakukan penilaian kesehatan koperasinya masing-masing secara mandiri.

“Data kami, 75 persen dari 570 unit koperasi di Kota Kediri khususnya koperasi RW belum melakukan penilaian kesehatan. Sementara tenaga teknis kami jumlahnya terbatas untuk menjangkau semua unit koperasi,” tambah Satria Sani, Kasie Organisasi Tata Laksana dan Usaha Koperasi Kota Kediri.

Setelah mengikuti diklat, masing-masing pengurus bisa melakukan penilaian mandiri kemudian diajukan ke Dinas Koperasi Kota Kediri untuk verifikasi dari pejabat yang berkompeten agar mendapatkan sertifikasi.

Materi diklat utamanya membahas 7 aspek penilaian kesehatan sesuai ketentuan perkoperasian yaitu permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi.

Sementara Ismail, salah satu peserta diklat mengungkapkan meski belum selesai mengikuti diklat, namun sudah mendapat banyak ilmu tentang koperasi.

"Pada tahap awal kami diberi pelatihan membuat rapat anggota tahunan (RAT),” ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved