Breaking News:

Berita Ponorogo

Hasil Rapid Test Acak 9 SMP di Kabupaten Ponorogo Jadi Penentu Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Endang Retno Wulandari, mengatakan rapid test ini dilakukan secara random sampling

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/sofyan arif
Siswa dan guru SMPN 1 Ponorogo mengikuti rapid test acak setelah dua pekan penyelenggaraan uji coba pembelajaran tatap muka, Jumat (6/11/2020). 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Sebanyak 9 SMP di Ponorogo yang telah menyelenggarakan uji coba pembelajaran tatap muka selama dua pekan melakukan tes cepat (rapid test).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Endang Retno Wulandari, mengatakan rapid test ini dilakukan secara random sampling atau sampling acak.

Setiap sekolah diambil 10 siswa dan 8 guru untuk diikutkan dalam rapid test.

Atau jika diakumulasikan, ada 90 siswa dan 72 guru dari 9 SMP yang ikut rapid test.

"Rapid test ini serentak dilakukan hari ini. Kita berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk pelaksanaannya," ucap Retno, sapaan akrabnya, Jumat (6/11/2020).

9 SMP yang dimaksud adalah SMPN 1, 2, dan 3 Ponorogo, SMPN 1 Pulung, SMPN 1 Jetis, SMPN 1 Balong, SMPN 1 Jenangan, SMPN 1 Badegan dan SMP Terpadu (swasta).

Hasil dari rapid test ini akan menjadi penentu kebijakan selanjutnya.

Jika semua non reaktif maka Pemkab Ponorogo akan membuka pembelajaran tatap muka 91 SMP di Ponorogo dengan kuota yang telah ditentukan.

"Harapannya semua baik-baik saja. Tidak ada hal-hal yang membuat kita harus mengevaluasi kembali terkait usulan kita untuk membuka pembelajaran tatap muka di seluruh SMP," lanjutnya.

Retno sendiri melihat uji coba pembelajaran tatap muka di 9 SMP di Ponorogo berjalan dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Sudah sangat tertib dan dalam pelaksanaannya ortu dan sekolah saling mendukung," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved