Breaking News:

Berita Entertainment

Sifat Asli Brotoseno Pernah Diungkap Tata Janeeta Sebelum Nikah, ini Biodata Mantan Angelina Sondakh

Sifat asli Raden Brotoseno ternyata pernah diungkap oleh Tata Janeeta sebelum mereka menikah. Simak juga biodata mantan suami Angelina Sondakh itu

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Kolase Youtube Melaney Ricardo dan instagram tata janeeta
Brotoseno dan Tata Janeeta 

Sebelum menikah siri dengan Angelina Sondakh, Brotoseno pernah menikah dengan Dr. Yanti Miranda Sari pada 2003-2011.

Karier

Raden Brotoseno dikenal sebagai polisi.

Dia sempat menduduki jabatan sebagai Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP).

Raden Brotoseno juga masuk dalam jajaran Perwira Menengah (Pamen) Bareskrim Mabes Polri.

Kemuaian dia menjadi penyidik dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kala itu dia menangani kasus Agelina Sondakh.

Namun pertemuan mereka berujung dengan pernikahan siri yang dilakukan keduanya.

Lama tak terdengar, pada Agustus 2020 dia dikabarkan dekat dengan penyanyi Tata Janeeta yang telah bercerai dari suaminya, Mehdi Zati pada Juni 2019 lalu.

Kabar itu mencuat saat Tata Janeeta membuat unggahan Instagram Story yang memperlihatkan sosok mirip Raden Brotoseno.

Skandal

AKBP Brotoseno
AKBP Brotoseno (TRIBUNNEWS.COM/WILLEM JONATA)

Raden Brotoseno adalah mantan Ajun Komisaris Besar Polisi, Ia pernah menjadi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Staf Sumber Daya Manusia Polri di Biro Pembinaan Karir dan Kepala Unit di Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Badan Reserse dan Kriminal Polri.

Namun sayangnya Ia ditangkap Divisi Profesi dan Pengamanan Polri karena diduga memeras Rp 3 miliar.

Brotoseno diduga memeras tersangka kasus dugaan korupsi cetak sawah yang tengah diproses.

Brotoseno dianggap telah mencederai nama baik aparat penegak hukum.

Terlebih, dirinya pernah bertugas sebagai penyidik di KPK

Sebagai seorang pejabat negara, Brotoseno tercatat dua kali pernah melaporkan harta kekayaanya selama dua kali saat masih bertugas di KPK.

Berdasarkan penelusuran Tribun di lama KPK, Brotoseneo terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2011.

Pada laporan tersebut, Brotoseno melaporkan hartanya senilai Rp 724.400.000.

Harta tersebut berasal dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senili Rp 525 juta.

Brotoseno juga melaporkan hartanya berupa harta bergerak yakni alat transportasi dan mesin lainnya yakni Toyota Fortuner Rp 310.000.000.

Kemudian, Brotoseno juga melaporkan hartanya berupa harta bergerak lainnya senilai Rp 21.000.000 dan giro dan setara kas lainnya Rp 130.000.000.

Pada Juni 2017 Raden Brotoseno divonis hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Brotoseno disebut terbukti bersalah menerima suap.

Hakim menilai Brotoseno telah menerima uang terkait penundaan pemeriksaan Dahlan Iskan dalam kasus cetak sawah. Uang itu berasal dari pengacara Harris Arthur melalui Lexi Mailowa.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu hukuman pidana 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan.

Brotoseno dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved