Pilbup Ponorogo 2020

Paslon Peserta Pilbup Ponorogo 2020 Dilarang Gunakan Dana Kampanye Lebih dari Rp 19 Miliar

KPU Kabupaten Ponorogo telah menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Petugas KPU Kabupaten Ponorogo memasang pengumuman laporan LPSDK, Kamis (5/11/2020). 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ponorogo telah menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo.

LPSDK yang disetorkan ke KPU Ponorogo ini merupakan penerimaan sumbangan pada 26 September, hingga 30 Oktober 2020.

Komisioner KPU Ponorogo, Arwan Hamidi menyebutkan, untuk paslon nomor urut 1, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita telah menerima sumbangan uang sebesar Rp 5 juta. Sumbangan tersebut datang dari pasangan calon sendiri.

Lalu untuk barang senilai Rp 691.425.000 dan jasa senilai Rp 1.021.250.000, yaitu dari paslon sendiri senilai Rp 676.000.000 dan sumbangan perseorangan Rp 325.250.000.

"Sementara untuk paslon nomor urut 2 (Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono) LPSDK yang dilaporkan adalah dalam bentuk uang sebesar Rp 100.000.000," kata Arwan, Kamis (5/11/2020).

Jika dilihat dari LADK (Laporan Awal Dana Kampanye) memang sudah ada penambahan dana kampanye dari kedua paslon.

"Paslon 1 LADK nya Rp 5 juta, dan paslon 2 sebesar Rp 1 juta," lanjutnya.

Lebih lanjut, Arwan menyebutkan, dari hasil kesepakatan termasuk dengan kedua paslon, batas total penggunaan dana kampanye adalah sebesar Rp 19 miliar.

"Sebagai pertanggungjawabannya nanti pada tanggal 6 Desember, kedua paslon harus melaporkan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang digunakan selama masa kampanye," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved