Kamis, 14 Mei 2026

Berita Lamongan

Pasang Kontrasepsi, Akseptor KB di Lamongan Bisa Temui 'Monalisa Berdansa

Ini menjadi inovasi untuk membantu mengoptimalkan kepesertaan akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Bupati Lamongan Fadeli mencanangkan inovasi 'Monalisa Berdansa' dalam bidang pelayanan kesehatan di Desa Juko, Kecamatan Sekaran, Kamis (5/11/2020). 

SURYA.CO.ID,LAMONGAN - Pelaksanaan program Kampung KB Tangguh yang mengarah pada penguatan kesehatan keluarga di tengah pandemi Covid-19, kembali dikembangkan dengan meluncurkan Monalisa Berdansa.

Itu bukan nama wanita cantik yang pintar menari, melainkan kepanjangan dari Mobil Pelayanan Keliling Desa Bersama Bidan Desa (Monalisa Berdansa). Ini menjadi inovasi untuk membantu mengoptimalkan kepesertaan akseptor KB menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Lamongan.

“Mobil Pelayanan ini disiapkan untuk membantu meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ungkap Bupati Lamongan Fadeli saat mencanangkan inovasi Monalisa Berdansa di Desa Juko, Kecamatan Sekaran, Kamis (5/11/2020).

Menurut Fadeli, mobil pelayanan ini merupakan inovasi untuk mendukung pelaksanaan program Kampung KB di Lamongan, di mana saat ini sudah ada 107 Kampung KB Tangguh yang diresmikan.

“Program Kampung KB Tangguh dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup. Dan di tengah pandemi ini harus ditingkatkan peranannya, utamanya dalam membantu penanganan Covid-19, kesehatan dan ekonomi,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Lamongan, Umuronah, sebelum ada inovasi ini jumlah peserta KB aktif di Lamongan per-Desember 2018 sebanyak 236.872 akseptor dengan 51.426 akseptor MKJP.

Pada 2019, akseptor MKJP meningkat menjadi 52.944 dari 242.147 peserta KB aktif. Inovasi Monalisa Berdansa bertujuan mendekatkan tempat pelayanan pemasangan kontrasepsi pada akseptor KB.

Sehingga akseptor tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas atau rumah sakit dan cukup dilayani di desanya masing-masing. Akseptor KB dari sekitar desa yang dikunjungi mobil pelayanan cukup berkumpul di desa kunjungan dan akan dijemput petugas dengan mobil jemputan akseptor.

Adapun teknis pelaksanaan menggunakan pelayanan Monalisa Berdansa ini adalah, korwil bersama bidan koordinator melakukan koordinasi, mengajukan alat kontrasepsi.

Kemudian melakukan pemeriksaan mobil pelayanan, persiapan pemberangkatan, lalu mobil pelayanan ditempatkan di halaman balai desa, serta penjemputan akseptor yang jauh.

Dan dilanjutkan konseling kepada calon akseptor, pemasangan alat kontrasepsi, dan konseling pasca pemasangan alat. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved