Breaking News:

BPS Prediksi Total Produksi Padi Jatim Pada 2020 Akan Mencapai 10,02 Juta Ton GKG, Ini Penjelasannya

BPS menyebut, bahwa total potensi produksi padi Jawa Timur pada tahun 2020 ini diprediksi akan mencapai 10,02 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
ILUSTRASI - Para petani di Kabupaten Nganjuk tengah menanam padi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebut, bahwa total potensi produksi padi pada tahun 2020 ini diprediksi akan mencapai 10,02 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

"Jika berdasar catatan kami terkait prediksi itu benar, maka artinya ada kenaikan sebanyak 441,45 ribu ton (4,61 persen) dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 9,58 juta ton GKG," ujar Dadang saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Kamis (5/11/20).

Ia mengatakan, prediksi itu ada dan diyakini lantaran berdasarkan catatannya sepanjang Januari hingga September 2020 saja, produksi padi Jatim telah mencapai sekitar 8,48 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sekitar 167,85 ribu ton (2,02 persen), dibandingkan Januari-September 2019 yang sebesar 8,31 juta ton GKG.

Adapun prediksi potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2020, kata Dadang, berdasarkan catatannya sebesar 1,54 juta ton GKG.

Dadang menambahkan, produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan April, yaitu sebesar 2,24 juta ton. Sementara, produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,29 juta ton dan data ini berbeda dengan produksi pada 2019, yang mana produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Maret.

Menurut Dadang, tiga kabupaten/kota dengan total potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada 2020 adalah Kabupaten Lamongan, Ngawi dan Bojonegoro.

Sementara itu, lanjutnya, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah adalah Kota Blitar, Kota Batu dan Kota Mojokerto.

Sedangkan kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Nganjuk.

“Dan untuk penurunan produksi padi pada 2020 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved