Breaking News:

PTPN

Gandeng Polda Jatim, PTPN XI akan Lakukan Pengamanan Aset dan Produksi

R Tulus Panduwidjaja, Direktur PTPN XI saat menerima kenang-kenangan dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil.

foto: ptpn xi
Direktur PTPN XI R Tulus Panduwidjaja menerima kenang-kenangan dari Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran saat audiensi bersama jajaran direksi PTPN Group Jatim, Selasa (3/11/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI melakukan kerjasama dengan Polda Jatim terkait pengelolaan dan keamanan aset. 

Kerjasama tersebut diawali audensi jajaran direksi PTPN Group Jatim dengan Kapolda Jatim pada Selasa (3/11/2020).

Aset PTPN XI tersebut, antara lain meliputi perkebunan, lahan tebu HGU (Hak Guna Usaha), dan Pabrik Gula (PG).

R Tulus Panduwidjaja, Direktur PTPN XI, mengatakan, aset yang mereka miliki banyak tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Jatim.

"Keberadaannya mendukung performa korporasi, diantaranya lahan tebu HGU dan pabrik gula. Untuk itu dari sisi pengamanan kami bekerjasama dengan aparat kepolisian, mengantisipasi agar proses produksi tidak terganggu," kata Tulus,  Selasa (3/11/2020), yang hadir bersama Direktur PTPN X dan PTPN XII.

Pihaknya berharap audiensi tersebut ditindaklanjuti dengan kesepahaman bersama dan perjanjian kerjasama.

Untuk PTPN XI, aset di PG Assembagoes ,PG Djatiroto dan PG Semboro merupakan yang terluas sehingga membutuhkan perhatian lebih.

"Terlebih lagi program PMN (Penanaman Modal Negara), modernisasi dan peningkatan kapasitas ada di PG Assembagoes dan Djatiroto. Kami menjalankan amanah untuk mengelola dan menjaga aset negara tersebut untuk proses produksi sebagai upaya suport ketahanan pangan nasional," jelas Tulus.

Menerima kehadiran dari PTPN Group tersebut, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran, MSi, meminta segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dalam  pengawalan aset  dan kegiatan produksi.

"Mengingat BUMN Perkebunan sebagai salah satu sumber pendapatan  negara  dan Jatim  merupakan daerah perkebunan tebu, tembakau dan tanaman lain yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan  dan  pengamanan," ungkap Fadil. 

Kapolda juga mengamati  terkait carut marutnya  pergulaan antara gula rafinasi  dan gula produk lokal.

Pihaknya berharap adanya pengaturan terhadap regulasi dan  pengaturan pengelolaan bahan baku tebu yang ada di Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved