Breaking News:

berita Pasuruan

Tragedi Setahun Lalu Masih Membekas, Gedung SDN Gentong di Kota Pasuruan Ambruk Lagi

Informasi yang didapatkan, dua atap bangunan yang ambruk adalah milik TK Dharma Rini VIII yang juga tidak digunakan sama sekali.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
Tragedi Setahun Lalu Masih Membekas, Gedung SDN Gentong di Kota Pasuruan Ambruk Lagi - atas-sekolah-di-pasuruan-ambruk-lagi-11.jpg
surya/galih lintartika
Atap bangunan ruang kelas di SDN Gentong Kota Pasuruan ambruk lagi setelah kejadian serupa yang membawa korban setahun lalu, Senin (2/11/2020).
Tragedi Setahun Lalu Masih Membekas, Gedung SDN Gentong di Kota Pasuruan Ambruk Lagi - atas-sekolah-di-pasuruan-ambruk-lagi-12.jpg
surya/galih lintartika
Tampak genteng baru dari atap bangunan ruang kelas di SDN Gentong Kota Pasuruan yang ambruk lagi, Senin (2/11/2020).

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Seperti kebetulan, November menjadi bulan apes bagi gedung SDN Gentong di Kota Pasuruan. Tepat setahun setelah ambruknya atap empat kelas di sana, sekarang kejadian serupa terulang ketika atap dari dua kelas di SDN Gentong mendadak kembali runtuh.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/10/2020) pekan lalu, ketika kondisi sekolah sedang kosong dan belum digunakan selama pandemi Covid-19. Ambruknya atap dua kelas dari sekolah yang berlokasi di Jalan KH Sepuh, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu, juga baru diketahui, Senin (2/11/2020).

Menurut penjaga sekolah, Budi, tidak ada hujan dan angin, tiba-tiba atap dua bangunan ini ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya atap dua bangunan ini. "Kejadiannya kamis (29/10/2020) lalu," kata Budi.

Informasi yang didapatkan, dua atap bangunan yang ambruk adalah milik TK Dharma Rini VIII yang juga tidak digunakan sama sekali.

Kejadian ini menambah daftar kelam dugaan ketidakseriusan dan pengerjaan asal-asalan dalam renovasi SDN Gentong ini. Karena pada 5 November 2019, empat atap bangunan SDN Gentong ambruk saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Saat itu, atap bangunan yang ambruk ada di kelas 5A,5B, 2A dan 2B. Dan 11 orang dilaporkan mengalami luka parah. Bahkan dua diantaranya dinyatakan meninggal, yaitu seorang siswa dan seorang guru. Dan tepat setahun ini, dua atap bangunan kembali ambruk.

Paska insiden ambruknya empat atap bangunan, SDN Gentong tidak dioperasikan lagi. Tidak ada perbaikan ataupun renovasi. Pemkot Pasuruan memilih memindahkan KBM siswa-siswi ke sekolah darurat yang dibangun atas bantuan pemerintah pusat.

Budi mengaku tidak mengetahui pasti kejadian itui. Namun ia memperkirakan terjadi selepas ashar. "Saat kejadian saya sedang memancing. Usai magrib, saya balik dan melihat atap suadh sudah ambruk. Perkiraannya, setelah ashar itu," sambung Budi.

Dari pengamatan, atap dua bangunan yang lokasinya di pojok belakang sekolah ini, sudah tidak tersisa sama sekali. Kondisi ini sama dengan empat atap SDN Gentong yang ambruk setahun lalu. Penyebab utamanya adalah kerangka atap ambrol karena tak kuat menahan beban.

Efeknya, atap ambruk dan genteng-genteng berjatuhan ke bawah. Dan tiang penyangga dua bangunan yang ambruk, juga diduga tidak kuat.

Muhammad Munif, salah satu warga sangat menyesalkan ambruknya dua bangunan di SDN Gentong ini. "Kita belum lupa kejadian setahun yang lalu. Sekarang ditambah kejadian ambruknya dua bangunan lagi," kata Munif.

Ia menjelaskan, untungnya kejadian ini terjadi tidak di tengah KBM di SDN Gentong. Ia tidak bisa membayangkan jika masih ada aktivitas. "Pasti akan timbul korban lagi. Dan pasti ini akan menjadi pusat perhatian lagi," keluh Munif.

Ia menilai, hak-hak anak untuk mendapatkan kelayakan dan kenyamanan dalam belajar juga harus dipenuhi. Artinya, jangan sampai anak belajar dihantui kerusakan fasilitas pendidikan yang tidak mumpuni. "Kasihan, nanti yang jadi korban ya anak-anak kita. Anak-anak yang sejatinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini," urainya

Munif pun mendesak Pemkot bersikap atas kejadian ini. Jangan sampai, kejadian ini terulang di sekolah atau lembaga pendidikan lain. "Kalau perlu ada pengecekan kualitas bangunan di sekolah-sekolah di Kota Pasuruan. Jangan sampai kejadian atap ambruk dan menimpa siswa terjadi lagi," paparnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved