Breaking News:

Kronologi Bancakan Uang Joker Untuk 2 Jenderal Polisi, Jaksa: USD 100 Ribu Dibelah 2 tapi Ditolak

Kasus suap atau bancaan uang Djoko Tjandra alias Joker yang melibatkan dua jenderal polisi akhirnya disidangkan di Pengadilan Tipikor, Jakarta , Senin

Editor: Musahadah
triunnews
Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo yang sama-sama menjadi tersangka kasus suap pengurusan red notice Djoko Tjandra. 

3. Uang 100 ribu dolar AS dibagi dua

"Saat di perjalanan di dalam mobil terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo melihat uang yang dibawa oleh Tommy Sumardi, kemudian terdakwa mengatakan 'banyak banget ini ji buat beliau? buat gw mana?'" ungkap jaksa.

"Dan saat itu uang dibelah dua oleh terdakwa dengan mengatakan 'ini buat gw, nah ini buat beliau sambil menunjukkan uang yang sudah dibagi 2'," sambungnya.

Alhasil Tommy Sumardi hanya membawa 50 ribu dolar AS untuk Napoleon.

4. Napoleon tolak uang

Uang itu pada akhirnya ditolak Napoleon.

"Tommy Sumardi menyerahkan sisa uang yang ada sebanyak USD50 ribu, namun Irjen Napoleon Bonaparte tidak mau menerima uang dengan nominal tersebut dengan mengatakan 'ini apaan nih segini, nggak mau saya. Naik ji jadi 7 ji, soalnya kan buat depan juga bukan buat saya sendiri. Yang nempatin saya kan beliau dan berkata 'petinggi kita ini'. Selanjutnya sekira pukul 16.02 WIB Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo dengan membawa paper bag warna gelap meninggalkan gedung TNCC Mabes Polri," kata jaksa.

Namun jaksa tidak menyebutkan ke mana akhirnya 100 ribu dolar AS yang dibawa Tommy Sumardi itu, yang sempat dibagi dua oleh Brigjen Prasetijo itu.

5. Napoleon dapat 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS 

Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama kuasa hukumnya Puri Maya Rumanti.
Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama kuasa hukumnya Puri Maya Rumanti. (ISTIMEWA)

Singkat cerita Irjen Napoleon menerima 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved