Berita Tulungagung

Cegah Klaster Perkantoran Usai Libur Panjang, ASN Tulungagung Akan Dicek Massal

Dikhawatirkan ada para ASN yang melakukan perjalanan luar kota atau ke lokasi wisata sehingga beresiko terjadi penularan Covid-19.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Petugas Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan sterilisasi ruangan kantor Pemkab Tulungagung, Minggu (1/11/2020). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Tuntasnya masa libur panjang, Minggu (1/11/2020), bakal memaksa Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung bekerja ekstra karena para ASN akan kembali masuk kerja, Senin (2/11/2020).

Dan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 di perkantoran, GTTP akan melakukan sterilisasi, salah satunya melalui rapid test acak secara massal kepada para ASN.

Antisipasi itu dilakukan sebab banyak ASN yang telah menjalani libur panjang dan dikhawatirkan ada para ASN yang melakukan perjalanan luar kota atau ke lokasi wisata sehingga beresiko terjadi penularan Covid-19.

Menurut Wakil Jubir GTPP Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang berisi imbauan agar ASN melalui masa libur panjang di rumah.

Namun Dikhawatirkan banyak ASN yang mengabaikan SE tersebut, dan tetap melakukan liburan ke luar kota bersama keluarganya. “GTPP akan melakukan tes acak kepada para ASN di hari pertama setelah libur bersama,” terang Galih, Minggu (1/11/2020).

Secara teknis, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung akan mendatangi kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara acak. Nantinya, para ASN diminta mengikuti rapid test secara acak untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya penularan pada tahap awal.

“Jika ada temuan reaktif langsung dilakukan swab test. Harapannya tidak ada temuan,” ujar Galih.

Selain itu GTPP Covid-19 akan melakukan tes acak di lokasi wisata. Sasarannya adalah pelaku usaha di lokasi wisata setelah libur panjang.

Sebab mereka berinteraksi dengan para wisatawan dari berbagai daerah selama libur bersama. “Caranya sama, mereka nanti akan dicek secara acak. Kami ingin memastikan tidak ada potensi penularan selama liburan,” ujar Galih.

Selama ini Bupati Tulungagung telah memberlakukan cara bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk para ASN yang biasanya bekerja langsung di perkantoran Pemkab Tulungagung. Kebijakan WFH ini berlaku untuk setengah jajaran ASN, dan setengahnya lagi tetap masuk kantor.

Para ASN yang kena giliran bekerja di kantor juga diwajibkan waspada dengan kondisi kesehatannya. Jika merasa demam, ASN diminta memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. ASN tersebut juga bisa mengajukan izin WFH ke pimpinannya.

Sementara yang masuk kantor diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Tempat cuci tangan sudah diperbanyak di setiap OPD. Jaga jarak, pakai masker, bawa hand sanitizer. Tempat kerja juga diatur sedemikian rupa,” ungkap Galih.

Selama ini GTPP Covid-19 juga rutin melakukan sterilisasi kantor. Secara rutin kantor-kantor OPD disemprot desinfektan untuk mematikan virus. Karena sebelumnya telah muncul sejumlah klaster perkantoran di Pemkab Tulungagung.

Dampaknya, sejumlah kantor pelayanan harus ditutup selama beberapa hari. Dan kantor kembali dibuka setelah proses tracing telah tuntas, dan dilakukan sterilisasi. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved