Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin Siapkan Dana Rp 50 Miliar Khusus UMKM Surabaya

Machfud Arifin menegaskan, bahwa telah masuk hitungan dan rumusan penganggaran bersama timnya. Akan ada dana stimulus pengembangan UMKM Rp 50 miliar.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sugiharto
Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin bertemu ratusan pelaku UMKM Surabaya, Sabtu (31/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lompatan demi lompatan sudah makin nyata dilakukan paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) demi Surabaya Maju Kotane Makmur Wargane. Semua bidang akan mendapat sentuhan riil, terutama sektor UMKM.

Khusus di bidang usaha kecil mikro ini, MAJU sudah siap dengan lompatan demi kemajuan UMKM Surabaya. Telah disiapkan anggaran khusus untuk memakukan pelaku ekonomi kerakyatan ini agar tidak stagnan seperti saat ini.

Machfud Arifin menegaskan, bahwa telah masuk hitungan dan rumusan penganggaran bersama timnya. Akan ada dana stimulus pengembangan UMKM Rp 50 miliar.

"Potensi UMKM harus tergarap maksimal," tandas Machfud, Sabtu (31/10/2020).

Pelaku UMKM melimpah di Surabaya, mereka hanya perlu support dan kehadiran pemkot. Apalagi di era digital saat ini, Machfud yakin UMKM bisa naik kelas, asal mereka didampingi.

Program dana stimulus UMKM 50 M tersebut akan fokus pada pengembangan UMKM. Tidak hanya pelatihan sesuai bidang dan passion mereka, tapi juga pendampingan, pemodalan hingga pemasaran akan dilakukan simultan. Terutama memanfaatkan market place di era digital saat ini.

Machfud sendiri, Sabtu siang tadi bertemu ratusan pelaku UMKM Surabaya yang mengaku tergabung dalam Pahlawan Ekonomi. Namun mereka mengaku merasa berjalan sendiri.

Ichwan, Ketua PKL (Pedagang Kaki Lima) Dukuh Kupang menyebut tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemkot.

"Saat pandemi begini, kami terpuruk. Tapi belum ada bantuan," kata Ichwan.

Sementara itu, Shanty Oktavi Utami, Pembina UKM Surabaya, menyebutkan bahwa Surabaya belum punya ikonik produk UMKM. Tidak ada orang luar Surabaya begitu datang ke kota ini tertuju pada satu produk khas.

"Kami dan para UMKM menunggu pemimpin yang mampu mengangkat UKM Surabaya next level. Tidak saja jadi rujukan nasional, tapi internasional. Saya tahu Bu Lita Machfud (istri Machfud Arifin, red) adalah pengurus Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sehingga punya banyak link intansi dan lembaga," kata Shanty.

Surabaya hanya sebagai kota ampiran atau transit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena Surabaya tidak memiliki ikon produk UKM yang khas, sehingga tidak mampu menarik minat masyarakat luar untuk berbelanja produk UKM di Surabaya.

"Sudah saatnya kami tak kalah dengan Thailand yang bangga dengan UKM mereka di pasar-pasar. Kami warga Surabaya harus bangga dengan produk kami sendiri," kata Shanty.

Diakui Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, bahwa Pemkot Surabaya kurang memperhatikan nasib UMKM yang ada di Surabaya saat pandemi.

"Ada bantuan Rp 2,4 juta per UMKM. Namun dana itu terbatas. Dan seharusnya di saat seperti ini pemerintah kota hadir. Saya menyimak langkah MAJU tepat untuk memajukan UMKM," kata Reni.

Sementara Machfud Arifin-Mujiaman akan mengembangkan kawasan UMKM yang tematik, seperi Blauran, Praban dan Kayoon. Orang akan mudah mencari produknya.

Kalau cari sepatu ke Praban, mau tempat orang jual bunga di Kayoon dan orang penjual piala di Jalan Embong Malang. Semua akan dikembangkan sesuai bidang karakteristik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved