Jumat, 24 April 2026

Berita Lumajang

Kondisi Truk Pengangkut Pasir di Lumajang Terjebak Lahar Dingin Gunung Semeru

Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru, Lumajang kembali menerjang aliran Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Parmin
surya.co.id/tony hermawan
Kondisi truk pengangkut pasir yang terjebak banjir lahar dingin di Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Lumajang, Jumat sore (30/10/2020). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Semeru, Lumajang kembali menerjang aliran Sungai Besuk Sat, Desa Pasrujambe, Lumajang.

 Banjir lahar dingin itu akibat Gunung Semeru diguyur hujan seharian, Jumat sore (30/10/2020).

 Banjir juga membawa material vulkanik dari kawah Jonggring Saloko.

Akibatnya melumpuhkan akses jalan penghubung antara Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Sebuah truk pengangkut pasir milik warga bahkan terjebak banjir lahar dingin Semeru tersebut.

Menurut warga, sebelumnya truk milik Edi (40), warga Desa Kecamatan Tempeh itu  terjebak banjir sempat diingatkan untuk menghentikan aktifitas pertambangan pasir karena  dari arah barat debit air mulai naik. 

 "Ceritanya truk ini tadi mau ambil material batu tiba-tiba air datang tapi belum besar dan sopirnya memaksakan diri untuk nyebrang. Akhirnya macet di tengah sungai," kata Rosyid warga sekitar, Jumat sore (30/10/2020).

Kata dia, meski sopir truk berhasil menyelamatkan diri, tetapi karena banjr yang tak kunjung suruttruk sulit dievakuasi.

 "Sopir selamat tapi untuk truknya ditarik oleh mobil rekannya tetap gak bisa diatasi untuk dievakuasi," ucapnya.

 Banjir lahar dingin ini kerap kali terjadi di lokasi tersebut saat musim hujan.

Untuk itu, Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengimbau agar para penambang  waspada ketika terlihat mendung dari Puncak Mahameru. 

Sebab, kondisi itu memungkinkan kondisi di puncak sedang hujan deras sehingga rawan terjadi banjir lahar dingin.

"Kami himbau untuk warga maupun penambang meningkatkan kewaspadaan sebab sudah pekan ini di puncak sering hujan deras disertai angin kencang," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved