Niat Puasa Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap Doa Buka Puasa
Menurut penjelasan ulama, sebenarnya tidak ada puasa khusus atau niat puasa Maulid Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Iksan Fauzi
Penulis: Pipit | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Adakah puasa sunnah khusus untuk memperingati Maulid Nabi? Lantas bagaimana bacaan niat puasa Maulid Nabi Muhammad SAW?
Peringatan Maulid Nabi biasanya disambut umat Islam dengan berbagai macam amalan.
Di antaranya memperbanyak shalawat, memperbanyak sedekah, meneladani Nabi Muhammad SAW dan memperbanyak amal ibadah sholih.
Lantas bagaimana dengan Puasa Maulid Nabi?
Menurut penjelasan ulama, sebenarnya tidak ada puasa khusus atau niat puasa Maulid Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal.
Bagi umat Islam yang ingin mengerjakan amalan puasa di bulan istimewa ini, bisa mengamalkan puasa Senin Kamis atau puasa sunnah lainnya, seperti puasa Ayyamul Bidh, atau bagi yang belum membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu juga bisa melaksanakannya di Bulan Rabiul Awal.
Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah Rabiul Awal 1442 H atau Bulan Maulid Nabi Lengkap Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa
Diketahui puasa Senin Kamis termasuk dalam puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW, sebagaimana hadits:
Dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi saw ditanya tentang kebiasaan beliau berpuasa hari senin. Beliau menjawab,
“Itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari aku diutus.” (HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa.” HR Turmudzi dan selainnya.
Puasa Senin Kamis atau puasa sunnah lainnya boleh dikerjakan, asalkan tidak punya utang puasa Ramadhan tahun lalu.
Jika masih memiliki utang, maka bacaan niat puasa yang didahulukan adalah niat qadha atau mengganti puasa Ramadhan, sementara pahala puasa sunnah otomatis mengikuti.
Baca juga: Ciri Fisik Nabi Muhammad SAW Penjelasan Gus Baha: Sempurna Bentuk Tubuh dan Perilakunya
Niat Puasa Sunnah gabung Puasa Qadha Ramadhan
Jika niat puasa Senin Kamis sekaligus qadha puasa Ramadhan, maka niat yang dibaca sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
"Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Niat puasa Hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala
Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunah karena Allah ta'ala
Niat puasa hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunah karena Allah ta'ala.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
َوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA
“Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”
Doa Buka Puasa
Bacaan doa berbuka puasa versi pertama yakni:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin"
"Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan rahmat-Mu Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"
Selanjutnya, berikut bacaan doa berbuka puasa versi yang kedua, yakni:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'
"Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-berdoa-niat-puasa.jpg)