Breaking News:

Berita Malang

Malang Jejeg Protes Panelis Debat, KPU : Jangan Jadi Polemik

agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. "Saya kira sudah selesai dan kami juga ada surat untuk menjawabnya," jelas Dika.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID,MALANG - Keberatan Tim Malang Jejeg atas komposisi panelis Debat Pilkada, direspons KPU Kabupaten Malang, Rabu (28/10/2020). KPU telah menerima surat protes tim pendukung pasangan calon (paslon) Heri Cahyono dan Gunadi Handoko (Sam HC-Gunadi) itu, tetapi meminta jangan jadi polemik.

Hal itu disampaikan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika.

"Kami akan mengirimkan surat untuk memberikan tanggapan terkait nota keberatan tersebut," ujar Dika ketika dikonfirmasi, Rabu (28/10/2020)

Sedangkan yang diminta Dika agar susunan panelis tidak lagi dipersoalkan, karena Malang Jejeg menunjuk panelis dari unsur keagamaan. Dika pun menegaskan bahwa Malang Jejeg tidak perlu memberikan tipologi seperti itu.

"Akademisi seharusnya tidak dikotak-kotakkan seperti itu. Contohnya jika saya ada penelitian dari bidang lain yang ia geluti kan bisa jadi, tapi sesuai hasil yang kami tabulasi saya sudah memungkinkan," tegas Dika.

Dan Dika tak ingin topik itu berlarut-larut, agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. "Saya kira sudah selesai dan nanti kami juga ada surat untuk menjawabnya," jelas Dika.

Sedangkan mengenai kompetensi ke-10 anggota panelis, jelas Dika, sudah melalui proses seleksi, seperti sidang pleno yang dilakukan jajarannya. "Kami telah melakukan seleksi. Sehingga ada dasar (terkait pemilihan tersebut)," tutur pria berkacamata ini.

Tidak hanya itu, panelis juga bersepakat membubuhkan hitam di atas putih tentang pakta integritas. Panelis telah menandatangani pakta integritas dan lain-lainnya.  "Secara keseluruhan mereka ada dari unsur akademisi, profesional, praktisi juga ada. Total ada 10 panelis untuk keseluruhan 3 paket," terang Dika.

Sebelumnya, Tim Malang Jejeg menyoroti anggota panelis yang sebagian besar disebut kurang kompeten. Karena debat perdana nanti akan membahas topik Kesejahteraan Rakyat.

Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga menyatakan ada 10 panelis dalam debat paslon yang akan digelar pertama kali itu.

"Karena enam dari panelis itu, dari penilaian kami, background-nya dari keagamaam dan dua lagi mantan pansel KPU. Kalau komposisi pansel seperti itu, tidak akan menyajikan pertanyaan berkualitas saat debat," kritik Soetopo, Rabu (28/10/20202).

Ditambahkan Soetopo, KPU seharusnya memilih panelis yang memiliki kompetensi tinggi pada bidang kesejahteraan rakyat. Minimal dibuktikan dengan kiprah melakukan riset atau terobosan di bidang kesejahteraan sosial.

"Bisa datang ke rektor tiga universitas besar di Malang. UIN, UB, dan UM. Seharusnya sih gampang mencari sosok yang seperti itu," ujar Topo.

Pria yang kerap memakai udeng di kepala ini berpendapat, kondisi akan berbeda apabila praktisi kompeten di bidang kesejahteraan rakyat menjadi panelis debat. "Sehingga debat akan berlangsung seru karena pertanyaannya jelas dari ahlinya. Kalau seperti saat ini ya kurang begitu,"jelas Topo.

Bahkan Topo menduga penjaringan panelis yang dilakukan KPU dilakukan terburu-buru. Akibatnya pemilahan sosok yang kompeten menurutnya menjadi nihil. "Malang Jejeg juga ingin meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Malang. Jika begini terus ya bagaimana masyarakat bisa menilai dan tertarik," tegas Topo. ***

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved