Bulan Kesadaran Breast Cancer Dunia, Radio Sonora Surabaya dan RS Onkologi Gelar Webinar

Breast Cancer juga menyebabkan kematian terbanyak setelah kanker paru, terlebih karena pasien datang berobat saat sudah stadium lanjut.

Foto Istimewa
Webinar talkshow kesehatan, Langkah Tepat Yang Perlu Diketahui Pasien Kanker bersama host Gorda Girlandia yang disiarkan langsung oleh Radio Sonora Surabaya (KG Radio) yang bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Onkologi Surabaya, Selasa (27/10/2020). 

“Kecepatan pasien datang dan ketepatan tindakan adalah harapan untuk sembuh. Kalau kita tidak punya data maka istilahnya ‘no where to go‘ nggak tahu kita kemana. Tapi YKPI telah berdasar data, bukan hanya spiritnya tapi langkahnya base on data,” kata dr. Ario mengapresiasi melaui zoom dari Australia.

Lebih lanjut ia mengatakan tentang apa yang harus tepat dilakukan oleh pasien penderita kanker.

“Pertama, tolong hatinya dibuka dulu. Bahwa penderita kanker itu bukan sendiri, tapi banyak dan berjuang bersama. Kedua, tentang perpanjangan umur adalah signifikan. Dulu tahun 1940 dari 100 orang penderita kanker yang hidup lima tahun cuma 20 persen. Tahun 1960 jadi 40 persen. Tahun 1980 jadi 70 persen, tapi sekarang sampai 95 persen. Tapi, ada faktor tak terduga lima persen unpredictable,” ungkapnya.

“Bagi pasien dan penyintas kanker ada tiga hal penting yang menyelamatkan. Pertama memilih yang benar, berusaha maksimal dan berdoa supaya terbebas dari yang lima persen tadi,” lanjutnya.

“Benar memilih tapi tidak berusaha maksimal, maka momentum itu hilang. Berusaha maksimal tapi pilihan kita salah, maka hasilnya tidak optimal, harus betul-betul berusaha, pilihan tepat dan berdoa,” ujar dr. Ario.

Ia melanjutkan bahwa peran keluarga besar sekali.

“Saat ibu saya kena kanker umurnya 54 tahun, kita semua menangis. Menangis pisah-pisah, kalau depan ibu tidak menangis. Kakak saya dari luar negeri datang dan terimakasih pada istri saya yang mengantar bolak-balik untuk pengobatan. Beliau meninggal pada usia 84 tahun, jadi 30 tahun. Pada saat itu saya amat sangat yakin ada yang bisa kita lakukan maksimal untuk pengobatan kanker,” kenangnya.

Apresiasi juga ia sampaikan untuk ibu-ibu YKPI, kepada para komunitas, penyintas, pendamping dan relawan yang membantu para pasien kanker, terlebih dari mereka yang telah mengalami.

“Mencintai temannya luar biasa, spirit untuk menjaga temannya. Apresiasi para ibu-ibu YKPI untuk meluangkan waktu, uang, keringat dan kesabarannya. Orang-orang yang luar biasa, hanya Tuhan yang akan membalas. The secret of quality is love, bukan teknis. Memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (*)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved