Breaking News:

Berita Nganjuk

Baru Lahir, Bayi Perempuan di Nganjuk Sudah Positif Tertular Corona

Ada bayi perempuan baru sehari dilahirkan asal Kecamatan Kertosono, terkonfirmasi positif setelah tertular ibunya

surya/ahmad amru muiz
Satgas Penanganan Covid-19 dari Polsek Nganjuk Kota memberikan imbauan kepada pengelola obyek wisata Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL).. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Status zona merah, kuning atau oranye sepertinya bukan patokan mutlak pada tingkat penularan Covid-19. Karena selama dua hari terakhir, jumlah kasus positif Corona di Nganjuk malah bertambah 12 orang, bahkan salah satunya ada bayi yang baru dilahirkan.

Sampai Selasa (27/10/2020), jumlah kumulatif positif Corona di Nganjuk mencapai 595 kasus. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nganjuk, Hendriyanto mengatakan, ke-12 tambahan kasus positif tersebut terdiri dari enam perempuan dan enam laki-laki.

Salah satunya adalah seorang bayi perempuan yang sudah membawa jejak Covid-19 setelah dilahirkan. "Ada bayi perempuan baru sehari dilahirkan asal Kecamatan Kertosono, terkonfirmasi positif setelah tertular ibunya," kata Hendriyanto, Selasa (27/10/2020) malam.

Di samping itu, dikatakan Hendriyanto, ada satu anak laki-laki berusia 10 tahun asal Kecamatan Patianrowo terkonfirmasi positif. Dengan demikian, penularan Covid-19 di Nganjuk hingga saat ini kembali meningkat.

Sedangkan untuk kasus positif yang dinyatakan sembuh, ungkap Hendriyanto, juga mengalami penambahan. Hingga kini jumlah kumulatif positif Corona yang sembuh mencapai 498 orang.

"Untuk yang dirawat di sejumlah RS rujukan dan RS darutat sebanyak 33 orang, dan untuk jumlah kematian karena Covid-19 di Nganjuk mencapai 61 orang," jelas Hendriyanto.

Melihat data Covid-19 tersebut, berarti wabah Covid-19 sampai saat ini terus terjadi dan belum selesai. Itu pula yang mendorong Satgas Penanganan Covid-19 Nganjuk terus intensif melakukan sosialisasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat.

"Tentu hal itu dilakukan dalam upaya menyadarkan dan menjaga kesehatan masyarakat agar tidak tertular virus berbahaya tersebut. Yakni meminta warga memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M," tutur Hendriyanto. ***

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved