Breaking News:

Berita Surabaya

Pylon Sudah Berdiri Kokoh, Progres Proyek Ikonik Jembatan Joyoboyo Sudah di Atas 80 Persen

Bentuk Jembatan Joyoboyo yang nanti bakal menjadi ikon anyar, sudah mulai bisa dibayangkan. Progres pengerjaan hampir seratus persen

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
DIKEBUT - Proyek pembangunan Jembatan Joyoboyo terus dikebut, Senin (26/10/2020). Progres pembangunan jembatan sudah di atas 80 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun 2020. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bentuk Jembatan Joyoboyo yang nanti bakal menjadi ikon anyar, sudah mulai bisa dibayangkan. Saat ini, progres pengerjaan proyek prestisius itu hampir seratus persen.

"Progresnya sudah di atas 80 persen," kata Pelaksana Proyek Jembatan Joyoboyo, Taufan Wibowo saat ditemui di lokasi, Senin (26/10/2020).

Bentuk jembatan makin nampak apalagi pylon setinggi sekitar 19 meter sudah berdiri kokoh di jembatan yang melintang hingga ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) itu.

Pylon merupakan semacam penyangga berbentuk seperti gapura berdiri menjulang. Cukup menarik perhatian warga yang melintas di kawasan itu.

"Pengecoran sudah selesai, tinggal finishing aja," terangnya.

Pylon itu nantinya juga akan berfungsi untuk mempercantik jembatan. Bakal berhias pernak-pernik lampu. Selain itu, nantinya warga bisa menyaksikan pemandangan sekitar dari sana.

Secara umum, panjang jembatan itu sekitar 170 meter dengan lebar sekitar 17 meter. Yang terdiri dari jalan utama, pedestrian dan taman disisi samping. Tak lama lagi, proses pengaspalan akan dilakukan.

"Sekarang pengerjaan untuk pengecoran pedestrian," ungkapnya.

Sesuai kontrak, harusnya proyek itu hingga Desember mendatang. Namun, beberapa waktu lalu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta percepatan agar tidak sampai akhir tahun.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono meminta agar pengerjaan proyek itu harus rampung sesuai jadwal. Tak boleh meleset dari perencanaan yang dilakukan.

Hal itu agar segera dapat dinikmati oleh warga Surabaya. Sebab, ketika diresmikan praktis langsung bisa dioperasikan.

"Harus dikerjakan secepat mungkin. Harus tepat waktu, anggaran juga sudah disediakan," kata Baktiono.

Jembatan itu nantinya bakal berfungsi untuk memecah kemacetan di Surabaya. Apalagi, dari frontage Ahmad Yani hingga frontage Wonokromo juga sudah lebar dengan beberapa lajur.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, dengan adanya jembatan tersebut nantinya akan semakin memecah kemacetan.

"Nanti Jembatan Joyoboyo itu lebih ke arah barat, ke arah Gunungsari, Mastrip, Wiyung. Yang Wonokromo (jembatan lama) hanya untuk lurus masuk kota," kata Irvan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved