Kilas Balik

Profil dan Biodata Kahar Tjandra Mantan Pasukan Baret Merah RPKAD (Kopassus) Pendiri Betadine

Simak profil dan biodata Kahar Tjandra, mantan pasukan baret merah RPKAD (sekarang Kopassus) penemu obat anti septik Betadine.

Tribun Jambi
Kahar Tjandra Mantan Pasukan Baret Merah RPKAD Pendiri Betadine 

Ayahnya adalah seorang pegawai negeri di tambang batu bara. Gajinya pas-pasan.

"Saya ditinggal ayah saya di Padang dan tidak pernah diberi uang. Baju setahun cuma punya satu saja.

Di Padang ini saya banyak belajar. Saya punya dua nenek. Yang satu inovatif dan satunya lagi sangat hemat," tutur Kahar Tjandra.

Di belakang rumah neneknya ada kebun sangat luas.

Ada pohon pisang dan kelapa di sana. Ia menjual buah pisang dan daunnya, juga buah kelapa, dengan gerobak dorong. Kacang asin dan cuka juga ia jual.

Ketika masuk SMA, ia memilih sekolah di Jakarta. Ayahnya meminta dipindahkan tugas ke Jakarta untuk menemaninya.

"Waktu SMA saya nyatut-nyatut skuter. Saya pesan, beli tiga skuter.

Uang mukanya cuma 1/10. Enam bulan kemudian kalau pesanan sudah datang harganya langsung naik. Lalu saya jual suratnya.

Dua skuter saya jual, yang satu saya dapat gratis. Saya pulang bawa skuter, orangtua tidak berani tanya dari mana saya dapat motor," ujar Tjandra.

Dalam perantauannya di Pulau Jawa, awalnya Kahar ingin bercita-cita menjadi arsitek, namun di tengah jalan dirinya justru memilih berkuliah kedokteran di FKUI, Jakarta.

Ia batal kuliah arsitek karena ITB yang diincarnya berada di Bandung.

Karena di Jakarta yang paling top dan bergengsi saat itu adalah kedokteran, maka masuklah Kahar Tjandra ke FKUI.

Tjandra membuka Apotik Mahakam tahun 1967.

Setelah pensiun, ia menggeluti bisnis secara penuh-salah satu produknya yang terkenal adalah obat anti septik atau obat merah bermerek dagang Betadine.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved