Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona di Spanyol

Begini Situasinya, Spanyol Darurat Covid-19 Nasional Kedua

Dalam masa darurat ini, Spanyol memberlakukan jam malam nasional, kecuali Kepulauan Canary yang telah menerapkan lockdown kedua.

Editor: Suyanto

 SURYA.co.id I MADRID - Spanyol mengumumkan keadaan darurat nasional kedua pada Minggu (25/10/2020).

Dalam masa darurat ini, Spanyol memberlakukan jam malam nasional, kecuali Kepulauan Canary yang telah menerapkan lockdown kedua.

Pengumuman kondisi darurat itu dilakukan setelah kasus virus corona di negara tersebut melonjak tajam dalam ebebrapa hari terakhir.

Pada 21 Oktober 2020, Spanyol melaporkan kasus harian tertinggi sejak laporan infeksi Covid-19 pertama di Februari 2020. "Situasi yang kami alami sangat ekstrem," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam pidatonya yang disiarkan di televisi, dikutip dari AFP, Minggu (25/10/2020).

Merespons kondisi tersebut, langkah-langkah disepakati pada pertemuan kabinet pada Minggu pagi. Pertemuan tersebut diadakan menyusul seruan dari seluruh wilayah Spanyol agar otoritas memberlakukan jam malam sendiri.

Dalam sebuah pernyataannya, pemerintah mengatakan bahwa jam malam akan berlangsung dari pukul 11.00 malam hingga pukul 06.00 pagi.
Mulanya, keadaan darurat hanya akan berlangsung selama 15 hari, tetapi pemerintah berencana meminta parlemen untuk memperpanjangnya selama enam bulan.

Kendati demikian, Sanchez menyebut jika kondisi memungkinkan, status darurat nasional itu dapat dicabut lebih awal dari yang direncanakan.

"Keadaan darurat adalah alat paling efektif untuk menurunkan tingkat infeksi," tutur dia.

Pada Rabu (21/10/2020), Spanyol termasuk dalam daftar negara Eropa yang mencatat lebih dari satu juta kasus virus corona. Selain Spanyol, ada juga Perancis dan Rusia yang melaporkan lebih dari satu juta kasus Covid-19.

Sementara angka kematian akibat Covid-19 mencapai hampir 35.000. Pada Minggu, negara itu mencatatkan rekor kasus harian tertinggi dengan lebih dari 21.200 kasus dengan 128 kematian baru.

Di bawah keadaan darurat, setiap daerah akan memiliki kekuatan untuk membatasi pergerakan masuk dan keluar dari wilayah mereka. Mereka juga dapat memperpanjang jam malam bergantung pada situasi pandemi di masing-masing wilayah.

Di awal pandemi Covid-19, Spanyol merupakan salah satu negara yang menerapkan penguncian paling ketat di Eropa dari 15 Maret hingga 21 Juni 2020. Sanchez menegaskan, ia akan mencari cara apa pun agar bisa menghindari penguncian penuh kedua. "Ayo tinggal di rumah sebisa mungkin. Semakin kita tinggal di rumah, kita dan orang lain akan semakin terlindungi," tegasnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved