Pemkot Surabaya

Seribu Elemen Masyarakat Deklarasi Jogo Suroboyo Damai, Wali Kota Risma: Mari Kita Jaga Surabaya

Seribu perwakilan elemen masyarakat Surabaya menyatakan sikap tegas menolak aksi unjuk rasa berujung anarkis dan melibatkan anak di bawah umur.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
foto: humas pemkot surabaya
Walikota Risma dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran serta diikuti sejumlah pejabat, termasuk seribu perwakilan elemen masyarakat saat Deklarasi Jogo Suroboyo Damai di Balaikota Surabaya. 

“Tolong jangan rusak Surabaya, jangan rusak masa depan anak-anak Surabaya,” tegasnya.

Akan tetapi, apabila ada kelompok yang memang bertujuan untuk membuat rusuh di Surabaya,
Wali Kota Risma dengan tegas menyatakan sikap untuk melawan.

Ia tidak ingin Surabaya yang sudah nyaman dan damai kemudian dirusak oleh kelompok orang yang mengatasnamakan kepentingan rakyat.

“Saya percaya kita bisa pertahankan kota ini tetap bagus, tetap nyaman, mari
kita jaga Surabaya agar tetap bisa damai dan kondusif," tambahnya.

Hal yang sama  ditegaskan Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran. Pucuk pimpinan di
Mapolda Jatim ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Surabaya
yang dengan tulus dan ikhlas bertekad menjaga Surabaya agar tetap damai.

Bagi dia, hal ini penting, karena Deklarasi Jogo Suroboyo Damai lahir sebagai bentuk kesadaran dan rasa
kemuliaan bersama untuk menjaga Surabaya tetap kondusif.

"Surabaya merupakan kota yang strategis untuk Jatim. Surabaya badalah episentrum roda
ekonomi. Kita tidak ingin Kota Surabaya dikotori dengan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab, "tegas Kapolda.

Dia berterima kasih karena warga Surabaya berani menjaga kondusifitas kota agar tetap indah, nyaman dan aman.

Kapolda pun berkaca pada aksi unjuk rasa yang terjadi Kamis, (08/10/2020) lalu. Dari fakta di
lapangan, terjadi tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan kelompok-kelompok tak
bertanggungjawab.

Dampaknya, banyak fasilitas umum yang rusak. Termasuk inventaris milik polri dan pemerintah. Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum disalahartikan oleh sebagian kelompok.

"Bagi kelompok-kelompok yang niatnya melakukan tindakan anarkis, niatnya merusak melakukan pembakaran, saya selaku Kapolda Jatim akan melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum," tegas dia.

Kapolda menilai, bahwa saat ini Surabaya telah menjadi contoh penanganan pandemi Covid-19.
Jangan sampai karena kerumunan dan berdampak pada tindakan anarkisme berakibat pada
masifnya penularan Covid-19.

Bagi dia, masih banyak cara yang dapat dilakukan dalam menyampaikan aspirasi.

“Terima kasih kepada ibu wali kota yang komitmen semangat tidak pernah luntur walaupun jabatan tinggal beberapa bulan lagi. Saya bangga menjadi warga Surabaya yang dipimpin oleh Bu Risma,” pungkasnya. (adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved