Breaking News:

Berita Lamongan

Plafon Sejuk Berkat Kombinasi Sirih Belanda dan Kerang? Temuan Pelajar Lamongan untuk Dunia!

Dengan ketekunannya, dua pelajar SMAN 1 Lamongan, yaitu Kayyisa Addaba Albab dan Ilham Jamalluddin Najid memecahkan masalah itu dengan bahan alami.

surya/hanif manshuri
Dua pelajar SMA Negeri 1 Lamongan, Kayyisa Addaba Albab dan Ilham Jamalluddin Najid menunjukkan proses pembuatan dan mempresentasikan plafon temuannya. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Berawal dari rasa penasaran karena terus merasa kepanasan meski belajar di ruangan kelas yang dilengkapi AC, dua pelajar SMA di Lamongan malah membuat inovasi tak terduga.

Dengan ketekunannya, dua pelajar SMAN 1 Lamongan, yaitu Kayyisa Addaba Albab dan Ilham Jamalluddin Najid memecahkan masalah itu dengan bahan alami.

Dua pelajar itu memadukan daun sirih Belanda dan cangkang kijing (sejenis kerang sungai) sebagai bahan pembuatan plafon yang menyejukkan ruangan, sekaligus menjaga panas.

Meski masih berupa penemuan dasar dan perlu pengembangan lebih jauh, tetapi terobosan dari kedua remaja itu bisa menjawab kebutuhan plafon rumah yang sejuk.

"Semua berawal ketika kami berada di ruangan kelas waktu jam kosong dan hawanya sangat panas. Padahal ruangan tersebut sudah dilengkapi AC dan sudah tertutup plafon," kata Kayyisa saat berbincang dengan SURYA, Minggu (25/10/2020).

Kombinasi unik sirih Belanda dengan kerang sungai itu tidak didapatkan Kayyisa dan Ilham secara instan. Keduanya terus meneliti penyebab masih munculnya panas di ruang kelasnya. Saat itu, kata Kayyisa, semua teman-temannya menyalakan handphone (HP) dan dari situlah ada petunjuk.

"Ternyata panas di ruangan ini karena dampak radiasi HP, yang merambat ke atas. Plafon menyerapnya dan panas tertahan sehingga ruangan tetap panas meskipun sudah ada AC," ungkapnya.

Kayyisa bersama Ilham kemudian meneliti bahan yang bisa menyerap dan meminimalisir panas radiasi. Penelusuran mereka jatuh pada daun sirih Belanda dan kerang.

Daun sirih Belanda mampu meredam radiasi dan cangkang kerang mengandung karbon monoksida yang malam hari bisa menghasilkan panas sedangkan pagi hari menyerap panas. "Jadilah kedua bahan ini kami pilih menjadi plafon ramah lingkungan saat dicek menggunakan alat pengukur suhu," katanya.

Setelah dilakukan uji coba menggunakan alat radiasi SFC-CG1, ternyata peredam radiasinya cukup besar dibanding plafon di toko. Selain mampu meredam radiasi, lanjut Kayyisa, dari hasil pengujian diketahui kalau plafon temuannya mampu menahan rembesan air yang sangat kuat.

Berkat inovasi ini, mereka merebut peringkat II dalam kompetisi WICE 2020 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan untuk mempresentasikan inovasi dari para pelajar di seluruh dunia.

Kepala SMAN 1 Lamongan, Sofyan Hadi mengaku bangga karena siswa-siswinya mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. "Siswa telah kita latih intensif untuk menghadapi even yang bergengsi," ujar Sofyan. ***

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved