Breaking News:

Berita Kediri

Permintaan Ikan Koi di Plosoklaten Kediri Meningkat Tajam Meski Corona, Sebulan Capai Rp 25 Juta

Penjualan ikan koi di Kabupaten Kediri meningkat tajam hingga 100 persen, meski pandemi Covid-19 melanda

farid mukarom/suryamalang.com
Warga Desa Punjul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Surya, pemilik budi daya ikan koi. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Penjualan ikan hias jenis koi di Kabupaten Kediri meningkat tajam hingga 100 persen, meski pandemi Covid-19 melanda. Peningkatan itu seperti yang terjadi di sentra budi daya ikan koi di Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang kewalahan karena permintaan yang meningkat dari biasanya.

Hal itu dialami Surya, warga Desa Punjul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pemilik usaha budidaya ikan koi. Menurut Surya bahwa tingginya permintaan untuk penjualan ikan koi akibat diberlakukannya pembatasan sosial, sehingga masyarakat memilih aktivitas memelihara ikan koi sebagai hiburan di tengah kejenuhan saat pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah selama pandemi permintaan banyak, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk jenis ikan Koi, dalam satu bulan omset mencapai 10 juta," jelasnya.

Masih kata Pria usia 45 tahun ini bahwa dirinya sudah hampir 20 tahun membudidayakan ikan Koi.

Ia juga menjelaskan untuk permintaan jenis ikan koi juga mermacam-macam, seperti Showa, Thanco, Chagoi, Goromo, Soragoi, dan sebagainya.

Namun, permintaan yang disukai jenis ikan koi tertinggi saat ini ialah jenis Showa.

Kelebihannya yakni dari segi corak warna sangat beragam.

Dikatakan dari segi harga juga yang paling mahal.

"Untuk ikan koi indukan per ekor dijual dengan harga Rp 3-5 juta. Sedangkan yang berukuran 10 sampai 20 Centimeter, dijual dengan harga Rp 50.000," terangnya.

Dalam segi pemasaran untuk penjualan ikan koinya menurut Surya bahwa selama ini tidak mengalami kendala sama sekali.

Halaman
12
Penulis: Farid Farid
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved