Breaking News:

Virus Corona di Jember

6 Bulan Lebih PMI Jember telah Antarkan 109 Jenazah dengan Prokes Covid-19

Palang Merah Indonesia (PMI) Jember mengantarkan 109 jenazah selama di masa pandemi Covid-19, sampai Minggu (25/10/2020).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
foto: pmi jember
Tim PMI Jember ketika menurunkan jenazah di salah satu TPU, dengan memakai alat pelindung diri. 

Surya.co.id |JEMBER - Palang Merah Indonesia (PMI)  Jember mengantarkan 109 jenazah selama di masa pandemi Covid-19, sampai  Minggu (25/10/2020). Pengantaran jenazah itu dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Berdasarkan data dari PMI Jember, hingga Sabtu (24/10/2020), tim telah mengantarkan 105 jenazah.

Sementara dalam sehari di hari Minggu (25/10/2020), tim PMI mengantarkan empat jenazah.

Tiga dari empat jenazah yang dimakamkan hari ini, disebutkan terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Namun keempat jenazah semuanya dimakamkan dengan tata laksana jenazah infeksius, memakai protokol kesehatan masa pandemi Covid-19.

Keempat jenazah itu diantarkan oleh tim PMI Jember dari tiga rumah sakit di Kabupaten Jember.

Dua jenazah diantarkan ke pemakaman di Kecamatan Kaliwates, satu jenazah di Kecamatan Patrang, dan satu jenazah dimakamkan di Kecamatan Ambulu.

Sementara itu, untuk keseluruhan jenazah yang diantarkan, tidak hanya diantar di wilayah Kabupaten Jember saja, namun juga ke kabupaten tetangga seperti Bondowoso dan Banyuwangi.

Jumlah tersebut terhitung sejak diluncurkannya layanan ambulance jenazah Covid-19 PMI Jember pada 20 april hingga hari ini, Minggu (25/10/2020) sore.

"Seluruh jenazah yang diantarkan memakai protokol kesehatan, tidak semuanya positif Covid-19. Ada juga jenazah yang tercatat sebagai suspek maupun pasien dengan status lainnya," ujar Ketua PMI Jember EA Zaenal Marzuki, Minggu (25/10/2020).

Awal Virus Corona mewabah di Kabupaten Jember, PMI Jember mengambil langkah preventif dengan membentuk tim khusus yang bertugas mengantarkan jenazah, utamanya jenazah pasien yang terindikasi terpapar covid-19 dari rumah sakit.

Bahkan sampai sekarang, PMI Jember terus melakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Tempat keramaian, perkantoran, tempat ibadah, jalan raya bahkan kecamatan yang masuk zona merah, kami lakukan penyemprotan disinfektan," imbuhnya.

Penyemprotan disinfektan juga diikuti dengan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti yang dilakukan di tempat pelelangan ikan puger beberapa waktu yang lalu. Melalui kegiatan tersebut, PMI berharap, tingkat kesadaran masyarakat bisa meningkat dan penderita Covid 19 berkurang.

Penulis : Sri Wahyunik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved