Breaking News:

Berita Surabaya

Kreasi Tak Terbatas di Kompetisi Body Painting Bertema Halloween Via Medsos

Para kreator body painting berbondong-bondong ikut serta dalam ajang kompetisi body painting bertema Halloween yang digelar Viva Cosmetics.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
BODY PAINTING VIRTUAL - Tiga Juri Nadya Wulan (Maleficent), Yesi (two face) dan Adi pada gelaran kompetisi body painting secara online melalui akun Instagram, Sabtu (24/10/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bulan Oktober identik dengan perayaan Halloween. Meski dirayakan di Amerika dan Eropa, tema ini selalu menarik menjadi tema aneka kegiatan kreatif di banyak kalangan.

Seperti para kreator body painting yang berbondong-bondong ikut serta dalam ajang kompetisi body painting bertema Halloween yang digelar Viva Cosmetics.

Tercatat lebih dari 350 menampilkan karyanya melalui media sosial Instagram mulai 20 September hingga 20 Oktober 2020 tersebut.

Hasilnya, pemenang 10 besar dan juara I, II, III, favorit 1 dan favorit 2 berhasil dipilih para juri dan diumumkan secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

Tiga orang juri, masing-masing Make Up Artist (MUA) dari Viva Cosmetics Yesi, Adi Sufrianto Body Painting Expert dan Wulan Brand Ambassador of Viva Muda, berhasil memilih juara I. Peserta dengan nama akun Instagram @pupu_gls terpilih sebagai juara dengan tema body painting The Demon.

"Karya dari @pupu_gls ini cukup bagus ya. Karyanya berhasil membuat lukisannya seperti 3D," kata Adi Sufrianto.

Sementara juara II diraih @setiawanwijanarko dengan tema berjudul Minatour. Kemudian juara III body painting oleh akun @jona_pottger, dengan judul Lady Spider.

"Karya @jona_pottger ini juga cukup bagus. Dia berhasil mengkolaborasikan warna merah dan putih untuk diwajah, kemudian tampak timbul untuk bentuk cangkang yang ada di pipi," ungkap Adi.

Selanjutnya untuk favorit 1 dan 2, diraih peserta dengan akun @dinisagita berjudul Poker Face dan akun @halfbloodprnxe bertema Lady Venom.

Yusuf Wiharta, Direktur PT Moga Djaja mengatakan bila kompetisi melalui medsos ini menggantikan kegiatan rutin yang digelar Viva saat belum adanya pandemi.

"Di tahun 2020 ini pertama kalinya kami gelar kompetisi body painting memanfaatkan medsos. Karena memang sedang ada pandemi Covid-19," ungkap Yusuf.

Sementara tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya, Viva secara rutin menggelar kompetisi body painting antara 2-3 kali setahun.

"Karena tidak ada kompetisi secara langsung, kami manfaatkan medsos. Respon peserta cukup positif. Kami yang sebelumnya target 50 an peserta, ternyata bisa mencapai lebih dari 350 peserta," ungkap Yusuf.

Hal itu tak lepas dari tren tampil di medsos menggunakan kosmetik, termasuk kosmetik jenis body painting yang lebih luas. Dan lebih murah, karena tidak perlu transportasi ke lokasi acara.

Apalagi peserta kompetisi melalui media sosial ini mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia. Seperti Jakarta, Bandung, Banyuwangi dan lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved