Berita Malang Raya

Cukai Rokok Direncanakan Naik Tahun Depan, Pengusaha di Jatim Curhat ke Ketua DPD RI

Pengusaha rokok di Jawa Timur mengeluhkan rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di tahun 2021.

Foto Istimewa
Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti bertemu pengusaha rokok di Malang, Sabtu (24/10/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pengusaha rokok di Jawa Timur mengeluhkan rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di tahun 2021.

Mereka pun menyampaikan keberatan ini kepada Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti.

Direktur Utama PT Gandum Tusin Kaman berharap La Nyalla bisa membantu keberlangsungan industri rokok dalam negeri.

Sejumlah aturan pemerintah dinilai cukup memberatkan.

Hal ini disampaikan Tusin dalam rangkaian reses La Nyalla di Kota dan Kabupaten Malang, Sabtu (24/10/2020).

Pada kesempatan ini, Nyalla melihat secara langsung kondisi karyawan dan penerapan protokol Kesehatan dalam proses produksi PT Gandum, salah satu pabrik rokok di Kota Malang tersebut.

Para pengusaha mengeluhkan rencana kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) yang cukup tinggi di tahun 2021, yaitu sekitar 13 persen hingga 20 persen.

Rencana ini seiring dengan peningkatan target penerimaan CHT sebesar Rp 172,75 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Angka ini naik 4,7 persen dari target APBNP 2020 yang sebesar Rp 164,94 triliun.

Selama ini CHT selalu mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Lima tahun ke belakang, pemerintah telah empat kali menaikkan tarif CHT.
Terakhir tahun ini sebesar 23 persen dan menjadi yang tertinggi.

Namun, data justru menunjukkan pertumbuhan penerimaan CHT melambat.

Bahkan, pada 2016 justru terkontraksi 1 persen secara tahunan (yoy).

Tusin juga khawatir dengan tingginya cukai rokok yang ditetapkan, maka peredaran rokok ilegal menjadi semakin tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved