Breaking News:

Berita Kediri

Berawal dari Aduan Masyarakat di Kota Kediri, 3 Pasangan Bukan Suami Istri dalam Kamar Kos Diamankan

Tiga pasangan bukan suami istri diamankan dalam kamar kos Diadem di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2020) dini hari.

SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Petugas Satpol PP Kota Kediri sewaktu melakukan pemeriksaan di kamar kos yang ditempati pasangan bukan suami istri, Sabtu (24/10/2020) dini hari. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tim Respon Cepat Kerja Tuntas (RCKT) Satpol PP Kota Kediri mengamankan 3 pasangan bukan suami istri di dalam kamar kos Diadem, di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2020) dini hari.

Ke tiga pasangan tersebut masing-masing, DBS (19) warga Desa Gayam bersama dengan SDL (19) warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Kemudian, FR (34) warga Desa Bolodewo Wonorejo, Kecamatan Wates bersama dengan ARA (33) warga Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Serta PPB (25) warga Pare dengan PSG (22) warga Desa Babadan Duwet, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Kabid Trantibum Satpol-PP Kota Kediri, Nur Khamid saat dikonfirmasi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan petugas dari ketiga pasangan yang diamankan ada pasangan selingkuh dan pasangan pacaran.

"Setelah didata dan mendapatkan pembinaan, ketiga pasangan bukan suami istri yang diamankan dari kamar kos diserahkan ke pihak keluarganya masing-masing," jelasnya.

Dijelaskan Nur Khamid, keberadaan ketiga pasangan bukan suami istri ini diketahui dari pengaduan masyarakat yang resah karena tempat kos telah disalahgunakan untuk berbuat asusila.

"Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait rumah kos yang diindikasikan ada tindak asusila," ungkapnya.

Sementara terkait dengan pemeriksaan perizinan kamar kos belum diketahui, karena pemiliknya tidak berada di lokasi.

Nur Khamid juga mengungkapkan, rumah kos Diadem sudah sering melakukan pelanggaran dan sering digunakan untuk tindak asusila.

"Sesuai standar operasional prosedur (SOP) sanksi bagi tempat kos yang disalahgunakan dilakukan tindakan bertahap. Sanksi terakhir bisa disegel," tandasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved