Breaking News:

Advertorial

Pasar Benpas Kota Mojokerto Siap Beroperasi, Seluruh Pedagang Gunakan Transaksi Digital

Ning Ita menerangkan, bahwa ini merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun menjabat. Tujuannya tentu untuk memajukan ekonomi

Adv
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan pengecekan Pasar Benteng Pancasila (Benpas). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan pengecekan Pasar Benteng Pancasila (Benpas) untuk persiapan peresmiannya Kamis (22/10/2020) ini.

Kunjungan yang dilakukan Ning Ita pada Rabu (21/10/2020), guna melihat apakah pasar yang pernah terbakar pada 2017 lalu itu telah siap ditempati oleh para pedagang.

Memakai face-shield sebagai bagian dari protokol kesehatan, Ning Ita didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengelilingi bangunan yang telah rampung tersebut.

Ia juga masuk ke kios yang belum berpenghuni untuk melihat-lihat dan membahas fasilitas yang ada.

Ning Ita bahkan menyempatkan diri berbincang dengan salah satu pedagang kios yang dulunya adalah penghuni lama saat pasar terbakar. Ia juga menyapa pedagang-pedagang lain sebelum melanjutkan inspeksi.

Ning Ita menerangkan, bahwa ini merupakan pasar keempat yang dibangun setelah dua tahun menjabat. Tujuannya tentu untuk memajukan ekonomi, terlebih setelah krisis pandemi.

Selain itu, ia juga mengenalkan bentuk transaksi modern yang akan digunakan di Pasar Benteng Pancasila nanti.

“Kami juga telah menyiapkan aplikasi cashless Meeber. Aplikasi ini sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir, jadi bukan sesuatu yang tiba-tiba,” ucap Ning Ita.

Ia menambahkan, jika model transasksi ini juga dapat memutus rantai penyebaran virus corona.

Sementara, ditemui secara terpisah usai proses pengecekan, Ruby Hartoyo menerangkan cara kerja aplikasi tersebut.

“Para pedagang sudah kami bekali dan install-kan aplikasi itu di masing-masing handphone. Cuma sekarang tergantung pembelinya, karena pembeli harus punya aplikasi itu juga. Kalau pembeli tidak punya aplikasi itu, tidak bisa,” ucapnya.

Kepala Disperindag itu juga mengatakan, bahwa meski belum semua pedagang dapat mengoperasikan Meeber, pihaknya telah melakukan pelatihan.

“Nanti kami akan terus dampingi dalam penggunaannya ke depan,” ujarnya.

Ruby juga menjelaskan, jika Ning Ita tidak memberi catatan apa-apa selain bahwa pasar telah harus siap untuk peresmian.

Hanya saja, ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki seperti rolling door yang macet dan penambahan lampu oleh para pedagang.

“Nanti kami coba mengklasifikasikan kios. Karena masih ada pedagang makanan minuman dan pedagang kain yang bersebelahan, jadi masih harus dipetak-petak,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ada keluhan dari pedagang sekitar, Ruby mengatakan jika saat ini mereka telah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan pemerintah.

“Sementara tidak ada. Karena pada dasarnya mereka sudah sangat bersyukur dengan adanya bangunan ini,” katanya.

Pasar yang berada di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini memiliki total 242 kios yang dibangun dengan dana sebesar Rp 11,2 miliar.

Kios-kios ini telah diisi oleh 198 eks pedagang alun-alun, 17 pedagang dari Tropodo dan 25 pedagang yang telah mendaftar di Disperindag.

“Hari ini akan diumumkan siapa saja yang terpilih untuk menempati pasar karena yang terdaftar di kami ada lebih dari 30-an orang,” terang Ruby.

“Padahal yang tersedia hanya 25. Itu terserah Bu Wali memilih yang mana. Kualifikasinya mereka yang sudah berjualan. Sudah ada jiwa-jiwa pedagangnya dan bukan orang baru,” imbuhnya.

Terakhir, Ruby berharap agar sampai malam nanti, semua kios sudah langsung terisi.

“Sehingga persiapan peresmian besok, waktu ditinjau oleh Bapak Ketua DPD, Ibu Gubernur ataupun wali kota kiosnya sudah buka semua. Waktu peninjauan nanti, biar sudah bisa ada transaksi jual-beli. Bisa langsung berfungsi,” tutupnya. (*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved