Breaking News:

Berita Surabaya

Jelang Halloween, Kostum Penyihir Paling Banyak Diminati di Kota Surabaya

Semenjak berhenti di masa pandemi virus Corona, bisnis kostum di Kota Surabaya kembali panen jelang perayaan Halloween.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sugiharto
Beberapa kostum milik Bell's Colection di acara Makeup Halloween dan Fashion Parade di Lenmarc Mall Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Semenjak berhenti  di masa pandemi virus Corona atau Covid-19, bisnis kostum Bell's Colection kembali panen saat jelang perayaan Halloween.

Hal tersebut dikatakan oleh Herwin Nurcahyanti, Owner Bell's Colection saat ditemui di acara Makeup Halloween & Fashion Parade di Lenmarc Mall, Kota Surabaya.

Ia menuturkan, selama 7 bulan lamanya bisnis kostum miliknya terpaksa berhenti karena pandemi Covid-19.

"Stop semua pesanan sejak awal pandemi Maret lalu. Benar-benar berhenti total," ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Perempuan yang akrab disapa Bunda Herwin tersebut mengatakan, ia sempat beberapa kali mendapatkan orderan sewa kostum.

Namun, karena kondisi pandemi Covid-19 masih belum memungkinkan, ia tidak menerima pesanan para customer.

"Ada beberapa pesanan beberapa waktu terakhir. Tapi belum berani menyewakan karena kami tahu kondisi sekarang seperti apa," katanya.

Bisnis kostum yang sudah dijalankan selama lima tahun tersebut, mulai membuka persewaan kembali pada Oktober 2020.

Event pertamanya adalah ajang Makeup Halloween dan Fashion Parade. Di sana ia mengeluarkan 300 kostum.

"Acara halloween ini saya buka penyewaan kostum pertama sejak awal pandemi. Ternyata luar biasa animonya. 300 kostum langsung disewa," ia memaparkan.

Dari sekian banyak jenis kostum, Bunda Herwin mengaku kostum penyihir paling banyak diminati para customer.

"Kalau kostumnya sendiri banyak ada penyihir, red devil, maleficent, Harry Potter dan masih banyak lagi. Paling banyak diambil ya penyihir itu," tuturnya.

Ia berharap, dengan kondisi new normal yang lebih kondusif seperti saat ini, kembali membuka jalan usaha bagi para pelaku industri, termasuk persewaan kostum.

"Semoga ke depannya industri bisa makin berkembang dan virus corona cepat hilang," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved