Jumat, 10 April 2026

Berita Pamekasan

Aktivis Lingkungan dan Pecinta Alam Pamekasan Bersih-Bersih Sampah di Jembatan Ampera

Mereka terlihat mengumpulkan berbagai benda dan sampah yang mengendap, serta menghambat arus air sungai yang dangkal itu.

tribun jatim/kuswanto ferdian
Ratusan aktivis lingkungan dan pecinta alam se-Pamekasan membersihkan sampah rumah tangga yang ada di sekitar bawah Jembatan Ampera, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Kabupaten setempat, Rabu (21/10/2020). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Ratusan aktivis lingkungan dan pecinta alam se-Kabupaten Pamekasan bahu-membahu membersihkan sampah rumah tangga di sekitar bawah Jembatan Ampera, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Rabu (21/10/2020).

Terlihat perwakilan siswa pecinta alam atau Sispala dan mahasiswa pecinta alam atau Mapala se-Pamekasan berjibaku dalam kubangan air sungai.

Mereka terlihat mengumpulkan berbagai benda dan sampah yang mengendap, serta menghambat arus air sungai yang dangkal itu.

Ketua Umum Mahapala Unira, Syaiful Jayadi mengatakan, aksi bersih sampah kali ini dilakukan dalam rangka memperingati Dies Natalis Mahapala Unira.

Kata dia, aksi bersih-bersih sampah di bawah jembatan ini diikuti 8 organisasi Sispala serta 2 UKM Mapala se Pamekasan.

Ia mengaku komitmen menjaga kebersihan alam di masa pancaroba yang sudah tiba ini.

Ia menginginkan, setelah bersih-bersih sampah itu selesai dilakukan, prioritas aliran sungai menjadi bersih dan lancar.

Sehingga menjadi penunjang dan mitigasi awal dalam menanggulangi bencana banjir.

"Tercatat sekitar 150 aktivis pecinta alam yang berpartisipasi. Semua sepakat dalam apel pembukaan, untuk menjaga alam sekitar. Bahkan, perwakilan relawan dari KPMM dan FRPB juga turut serta," kata Syaiful Jayadi disela aksi bersih sungai tersebut.

Semetara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, sebelumnya titik aksi yang saat ini dijadikan pusat kegiatan, merupakan daerah langganan pembuangan sampah rumah tangga warga sekitar Jembatan Ampera, Gladak Anyar.

Bahkan, setiap tahun pihaknya dengan komunitas peduli lingkungan selalu membersihkan daerah tersebut.

"Bahkan, tahun lalu kami sudah mensterilkan sampah di bawah jembatan itu. Tercatat 16 Ton sampah yang terkumpul saat itu," kata Amin Jabir.

"Yang perlu dikuatkan adalah penegakan Perda nomor 3 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah oleh Satpol PP, jadi harus ada tindakan tegas," sambungnya.

Kepala Dinas yang akrab disapa Jabir ini berharap, ke depan adanya kesadaran dari masyarakat sekitar aliran sungai untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Saran dia, masyarakat setempat seharusnya juga bisa memilah sampah organik dan anorganik yang ada di TPS3R, untuk kemudian diangkut oleh Armada Sampah DLH ke TPA Angsanah.

"Per September lalu, sebetulnya kita sudah canangkan Pamekasan Cantik. Salah satunya adalah pengelolaan sampah melalui TPS3R sudah harus optimal," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved