Breaking News:

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hukum Memperingati Hari Lahir Nabi dalam Islam

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun ini jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id
Ilustrasi - Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW 

Penulis: Pipit | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Berikut sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus hukum memperingati hari lahir Nabi dalam pandangan agama Islam.

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun ini jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020.

Biasanya umat Islam Indonesia memperingati Maulid Nabi 2020 tidak hanya pada tanggal tersebut, namun sepanjang bulan Rabiul Awal. Tahukah Anda? Terdapat sejarah memperingati Maulid Nabi.

Hal ini dijelaskan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya, seperti yang dikutip SURYA.co.id dari Pos Kupang (Grup SURYA.co.id) berjudul Ceramah Ustadz Abdul Somad Soal Maulid Nabi Muhammad SAW Apa Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Maulid pertama kali dibuat Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin yang wafat 630 H.

Sebab pendapat ini sumbernya jelas dan terpercaya yaitu dari kitab yang ditulis Imam As Suyuthi "al Hawy li al Fatawy" juz 1 halaman 272.

Siapa Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin? 

Ustadz Somad menyampaikan, menurut Ibnu Katsir, Raja al Muzhaffar merupakan seorang raja yang pemberani, cerdas, berilmu dan adil.

Raja al Muzhaffar pernah memberikan 1000 dinar atau sekitar Rp 2,5 Miliar kepada Syaikh Abu al Khattab bin Dihyah, penulis kitab at Tanwir fi Maulid al Basyir an Nadzir. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved