Breaking News:

Berita Gresik

Beras Bantuan untuk PKH di Gresik Tak Layak Konsumsi, Warnanya Kuning Baunya Apek, Banyak Kutu

Sisa beras yang dimasak ditaruh disuatu tempat. Sudah dicampur dengan beras yang kualitasnya lebih bagus. Tak sampai seminggu banyak kutunya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
Kualitas beras Bulog yang diterima KPM di Bungah, Kabupaten Gresik berwarna kuning. 

SURYA.co.id | GRESIK - Seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik terpaksa menjual beras dari Bulog yang diterimanya.

Beras itu tak layak konsumsi karena berwarna kuning dan memunculkan bau apek.

Padahal keluarga tersebut baru saja menerima tambahan bantuan beras pada Minggu (18/10/2020). Beras seberat 15 kg diberikan langsung oleh pendamping PKH desa setempat.

"Tidak bisa dimakan, baunya apek. Berasnya kuning begini. Saya jual satu karungnya 15 kg," tutur M salah satu keluarga PKM PKH, Senin (19/10/2020).

Hal serupa tak hanya dialami M. Warga lainnya berinisal A juga terpaksa menjual beras Bulog yang diperolehnya. Alasannya, beras tidak layak dikonsumsi.

Dua karung beras seberat 15 kg itu dimanfaatkan A dengan cara dijual dan satu karung beras lagi dikonsumsi.

"Saya siasati, beras Bulog yang saya konsumsi saya campur dengan beras lainnya yang kualitasnya lebih bagus," terangnya.

Beras yang dikonsumsi itu dioplos dengan beras yang kualitasnya lebih bagus. Namun saat sudah masak, berasnya mekar (mengembang) dan rasanya tidak begitu enak.

Kualitas beras Bulog yang diterima KPM di Bungah, Kabupaten Gresik berwarna kuning.
Kualitas beras Bulog yang diterima KPM di Bungah, Kabupaten Gresik berwarna kuning. (Istimewa)

Sedangkan, sisa beras yang dimasak tadi ditaruh disuatu tempat. Sudah dicampur dengan beras yang kualitasnya lebih bagus.

"Tidak sampai seminggu banyak kutunya," terangnya.

Pendamping PKH Desa Watuagung, Nurul tidak bisa berbicara banyak. Ia hanya bertugas menyalurkan beras Bulog itu. Terkait kualitas beras dirinya memang sempat mendapat laporan dari KPM.

Bantuan beras Bulog berlangsung selama tiga bulan sejak Agustus hingga Oktober. Tahap pertama disalurkan pada bulan September.

Setiap KPM menerima dua karung beras. Masing-masing karung seberat 15 kg. Penyaluran bulan Oktober ini diwilayah Kecamatan Bungah baru dilakukan hari ini.

"Sudah terima laporan dari KPM berasnya kuning dan bau apek," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved