Breaking News:

Berita Surabaya

Universitas Bhayangkara Surabaya Gelar Wisuda Daring yang Pertama

Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menggelar wisuda sarjana angkatan 51 dan magister angkatan 27 secara daring

zainal arif/suryamalang.com
Prosesi Wisuda Universitas Bhayangkara Surabaya secara daring di Graha Ubhara, Sabtu (18/10/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya menggelar wisuda sarjana angkatan 51 dan magister angkatan 27 secara daring, Sabtu (17/10/2020). Rektor Ubhara, Brigjend Pol (Purn.) Drs Edy Prawoto SH Mhum, menyebut wisuda ini merupakan pertama kali menggunakan sistem daring karena situasi pandemi covid 19.

"Tentunya hal itu menjadi pengalaman yang baik bagi seluruh civitas akademika yang hampir semua perguruan tinggi juga melakukan wisuda seperti ini," ujarnya saat ditemui di Graha Ubhara.

Sebanyak 960 wisudawan Ubhara dikukuhkan menjadi Sarjana dan Magister.

Di samping itu, Ubhara menghadirkan para wisudawan terbaik dari masing-masing prodi sementara wisudawan yang lain mengikuti secara daring.

Meski digelar secara daring sama sekali tidak mengurangi nilai-nilai dan kekhidmatan dari prosesi wisuda.

Justru wisuda daring dinilai lebih bisa dirasakan oleh para wisudawan dan khusunya orangtua yang berkesempatan memindahkan pita di topi anaknya.

Sementara wisudawan terbaik mendapat kesempatan didatangi oleh rektor untuk memindahkan pita topi.

"Yang memindahkan pita itu orangtuanya, itukan rasanya beda dengan kalau wisuda di sini. Mereka dengan khidmat mengikuti kegiatan ini dari rumah, dan kita di sini yang mengikuti juga lebih khidmat sesuai dengan runtutan acara," ungkapnya.

Prosesi wisuda daring menurutnya jauh lebih tenang dan ruangan tidak riuh dengan padatnya mahasiswa dan justru bisa membuat pelaksanaan wisuda lebih khidmat.

Para wisudawan yang telah diwisuda secara daring kata Edy juga telah melakukan pembelajaran secara daring pula.

Menurutnya, sistem daring membuat mahasiswa memiliki kreatifitas tinggi dan akan lebih serius dalam belajar.

Edy menambahkan Dirjen Dikti telah memberikan arahan kepada Perguruan tinggi untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran daring jauh sebelum adanya pandemi covid-19.

"Dari menteri dan dirjen itu kebetulan dari dulu sudah ada arahan kepada kita, jadi tidak seratus persen kehadiran mahasiswa dikampus, nah kebetulan ada pandemi sekalian kita terapkan," pungkasnya.

Penulis: Zainal Arif
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved